MINGGU , 21 OKTOBER 2018

​Banteng PeDe Usung ARW

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 22 Februari 2016 12:01
​Banteng PeDe Usung ARW

int

PENULIS: SOFYAN
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulsel mulai pasang kuda-kuda. Menghadapi Pilkada 2017 dan Pilgub 2018, partai berlambang banteng moncong putih ini optimistis mengusung kader internal.

Hal itu terungkap pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulsel yang resmi ditutup oleh Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri pada, Sabtu (20/2) malam kemarin.

ARW–sapaan akrab Andi Ridwan Wittiri mengatakan, penutupan Rakerda tersebut lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yang rencananya akan ditutup pada, Minggu (21/2).

“Penutupannya diluar dari perkiraan kami, sebab sebelumnya kita prediksi akan ada beberapa pembahasan yang alot sehingga akan ditutup pada hari ini (Minggu, red),” kata ARW.

Selain itu, ia mengatakan untuk pemilihan Gubernur Sulsel tahun 2018 mendatang seluruh kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) menginginkan kader untuk diusung. Namun, ARW mengaku tidak Gede Rasa alias GR akan dukungan seluruh kader DPC dan PAC tersebut.

“Untuk maju pada Pilgub 2018 mendatang itu merupakan sebuah kerja keras dan tantangan yang bukan hanya membutuhkan dukungan seluruh kader DPC dan PAC, juga tentunya butuh doanya,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

ARW menambahkan, DPC dan PAC pada dasarnya mendorong dirinya untuk maju pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Dirinya pun mengaku siap jika dipercayakan untuk bertarung di Pilgub nanti.

“Insya Allah kita siap. Memang belum ada deklarasi secara resmi dari DPC dan PAC. Namun mereka mengisyaratkan untuk mendorong saya maju di Pilgub nanti,” jelasnya.

Sementara Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy P. Goni mengatakan Rakerda III DPD PDIP Sulsel telah memutuskan keputusan politik yang berkaitan dengan internal, pemenangan Pilkada dan Pemilu dan berbagai persoalan kerakyatan lainnya. Menurutnya, putusan tersebut telah dibagi menjadi dua rekomendasi antara lain eksternal dan internal.

“Pada Rakerda III ini sudah diputuskan banyak hal baik tentang internal partai yang menyangkut pemenangan Pilkada dan Pemilu serta eksternal yakni dalam mendorong dan mendukung politik pemerintahan Jokowi-JK untuk pembangunan daerah,” ucapnya.

Lebih jauh, Rudy mengatakan, untuk rekomendasi internal pada tahun ini akan dibagi menjadi tiga periode. Antara lain, bulan Februari-Juni 2016 akan fokus pada pemberdayaan perekonomian desa dan memperkuat kesekretariatan partai.

“Periode pertama ini kita akan fokus pada penegasan indonesia sebagai negara  maritim, pemberdayaan kaum marhaen yakni paham yang dikembangkan dari pemikiran Soekarno yang menggambarkan kehidupan rakyat kecil serta memperkuat kesekretariatan partai,” terangnya.

Rudy menambahkan, untuk periode kedua yakni bulan Juli-September, pihaknya akan fokus pada kaderisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) minimal satu kali dan periode ketiga yakni bulan Oktober-November fokus pada pengkaderan tingkat DPD dalam hal ini adalah tingkat pratama dan madya.

[NEXT-RASUL]

“Pada periode kedua dan ketiga kita akan fokus pengkaderan pafa tingkat pimpinan cabang dan pimpinan daerah,” ucapnya.

Selain itu, Anggota DPRD Sulsel ini juga membeberkan hasil Rakerda yang juga memberikan rekomendasi khusus terhadap Badan Pemenangan Pemilu untuk membuat strategi politik pada pemenangan Pilkada 2017 dan 2018 mendatang.

Secara khusus, Rudy mengungkapkan, untuk menghadapi Pilgub mendatang seluruh kader menyatakan siap mendukung kader diusung menjadi bakal calon Gubernur. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan hasil kuisioner yang diisi oleh seluruh DPC dan PAC yang hadir pada Rakerda.

“Kita juga kaget dengan hasil kuisioner yang secara data 100 persen DPC dan PAC menginginkan kader untuk diusung pada Pilgub 2018 mendatang,” ujarnya.

Bahkan, ia juga menargetkan pada pemilihan legislatif 2019 mendatang akan mempertahankan dan memenangkan perolehan kursi legislatif baik pada daerah pemilihan DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota. Untuk mencapai itu, kata Rudy, pihaknya akan mengistruksikan kepada DPC dan PAC untuk membentuk 3030 pengurus ranting pada Desember mendatang.

“Kita akan menargetkan minimal lima besar penyumbang suara pada pemilihan Presiden 2019 dan satu kursi DPR RI tiap daerah pemilihan di Sulsel,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI), Irfan Jaya mengatakan partai manapun pasti akan memprioritaskan kader internal untuk maju pada setiap Pilkada. Namun, selain kader internal dalam istilah kepartaian ada juga disebut kader eksternal yang memungkinkan juga dapat diusung oleh partai.

[NEXT-RASUL]

“Tidak menutup kemungkinan PDIP akan mengusung kader eksternal, sebab partai sekelas PDIP punya pengalaman tentang Pilkada, sehingga PDIP pada akhirnya akan rasional untuk menentukan usungan baik dari kalangan internal maupun ekternal,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk maju sebagai calon dalam Pilkada bukan untuk sekedar maju saja tapi pasti akan menargetkan kemenangan. Untuk, kata dia, PDIP harus jeli dalam melihat peluang untuk menentukan usungannya termasuk opsi kader eksternal.

“Harusnya, sebelum mengusung harus mempertimbangkan dan melihat opsi-opsi secara detail kemenangan dalam Pilkada dan saya kira PDIP mampu seperti itu,” jelasnya.

Menanggapi sikap dingin ARW terhadap dorongan kader DPC dan PAC se-Sulsel, Irfan mengatakan jika hal tersebut merupakan gaya rasionalisasi seorang politisi. Menurutnya, nantinya ARW akan melakukan upaya kampanye untuk mengukur kemampuannya untuk diusung sebagai calon Gubernur.

“Sikap yang diperlihatkan oleh ARW adalah hal yang wajar dengan rasionalisasi sebagai politisi yang punya perhitungan dan tidak terburu-buru sebab ini kan masih lama juga rentang waktunya untuk memasuki Pilgub,” ucapnya.

Ketika ditanya tentang perbandingan antara ARW dengan kader eksternal yakni Burhanuddin Andi yang secara kapasitas juga mampu diusung oleh PDIP, Irfan mengatakan kedua tokoh tersebut punya kapasitas dan kapabilitas untuk diusung oleh PDIP. Namun ia menggaris bawahi bahwa terlalu prematur untuk menentukan salah satu diantaranya.

“Terlalu prematur kalau salah satu dari mereka dikatakan paling siap atau paling memungkinkan untuk diusung sebab perjalanan pilkada masih jauh sehingga keduanya masih memiliki peluang yang sama. Nantinya akan jelas ketika memasuki satu tahun sebelum Pilkada,” pungkasnya. (E)


Tag
div>