JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

1.146 Kader KB Terima Insentif

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 20 Maret 2017 14:03
1.146 Kader KB Terima Insentif

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyerahkan insentif bagi 1.146 kader Keluarga Berencana (KB) Kota Makassar di DP Hall, Jl Amirullah, akhir pekan lalu.

Dari 1.146 orang penerima insentif, 152, diantaranya adalah Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa/Kelurahan (PPKBD/K), dan 995 orang Sub PPKBD/K.

Sebelumnya, orang nomor satu Makassar itu, juga menyerahkan insentif serupa kepada 1.135 kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD, Kamis (1/12) tahun lalu.

“PPKBD/K dan Sub PPKBD/K adalah ujung tombak keberhasilan program KB di masyarakat. 1.146 kader KB inilah yang terjun langsung ke masyarakat mengkampanyekan program KB dan mengajak masyarakat ikut serta menjadi peserta KB atau akseptor KB,” terang Danny Pomanto, sapaan wali kota diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (20/3).

Danny menekankan, pemerintahan yang dijalankannya sangat komitmen dalam penanganan masalah kependudukan dengan menerapkan program akselerasi yang meningkatkan kualitas dan partisipasi peserta KB berbasis Metode Jangka Panjang (MJP).

Danny berharap kader KB mampu menjadi komunikator dan informan terkait programā€“program pengendalian jumlah penduduk yang dijalankan Pemkot Makassar termasuk promosi keberhasilan yang telah dicapai.

Selain itu, wali kota juga mengajak kader KB berperan sebagai penggerak dan fasilitator keluarga dalam pembinaan di wilayahnya sehingga memudahkan masyarakat mengakses pelayanan dan fasilitas kesehatan KB.

Saat ini, Pemkot Makassar melaksanakan intensifikasi pelaksanaan program KB berbasis Sumber daya Manusia (SDM) untuk menurunkan tingkat kelahiran (TFR), serta menurunkan angka kematian ibu dan anak dari tahun ke tahun.

[NEXT-RASUL]

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Makassar, Daniel Pakambanan, mengatakan, kader KB adalah motor penggerak dalam menjalankan program KB yang ada seperti program Lorong KB.

“Mereka juga yang mengontrol perkembangan akseptor KB, mereka mencari calon akseptor baru dan mengontrol akseptor lama agar tetap terjaga seperti memenuhi kebutuhan akseptor dan sebagainya,” pungkas Daniel. (***)


div>