RABU , 19 DESEMBER 2018

1.201 Caleg Siap “Bertarung” Perebutkan 85 Kursi di DPRD Sulsel

Reporter:

Iskanto

Editor:

Sabtu , 22 September 2018 10:07
1.201 Caleg Siap “Bertarung” Perebutkan 85 Kursi di DPRD Sulsel

ilustrasi (Doc rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel resmi telah menetapkan dan mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) Calon Legislatif (Caleg) yang akan bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang pada tingkat Provinsi Sulsel.

Dari total DCT yang telah ditetapkan melalui rapat pleno terbuka di kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (20/9). Tak kurang dari 1.201 Caleg yang akan memperebutkan jatah 85 kursi di DPRD Sulsel.

“Sudah rampung berdasarkan hasil verifikasi DCT yakni 1.201. Tapi ada beberapa masalah, mengundurkan diri ada 4 orang yakni Hanura 1, Demokrat 1, dan PKS 2. Sedangkan 1 dari PBB mengundurkan diri,” kata Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulsel, Fatmawati, Jumat (21/9).

Ia mengaku berkurangnya Caleg pada DCT sejak pendaftaran awal yakni sebanyak 1.325 pendaftar sebelum pemeriksaan berkas dan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Namun, jumlah tersebut memasuki tahapan pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) berkurang menjadi 1.205 orang.

Fatmawati menjelasakn, berdasarkan hasil DCT ada 4 Bacaleg yang dinyatakan memundurkan diri dan 1 dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Mereka diantaranya Andi Irma Kusuma dari PKS Dapil 7 nomor urut 3, Rahmawati dari Demokrat Dapil 7 nomor urut 7, Amirullah dari Hanura Dapil 3 nomor urut 7, dan Darmawati dari PKS Dapil 5 nomor urut 5. Hanya saja PKS menggantikan Darmawati dengan Isnayani,” jelasnya.

Adapun untuk wilayah Dapil V yang diganti dengan Isnayani, kata dia, itu untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan. Sementara Abdul Kadir dari PBB dianggap TMS. Dengan alasan tidak memasukkan surat pengunduran diri dari partai sebelumnya.

“Abdul Kadir tercatat sebagai legislator DPRD Kota Makassar dari Partai Hanura. Memilih pindah dan bertarung ke DPRD Sulsel pada Pileg 2019 mendatang. Memang diinternal partainya, partai melampirkan surat pengunduran diri dengan materai,” pungkasnya.

Sementara Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, dan Hubungan Antar Lembaga Komisioner KPU Sulsel, Uslimin mengatakan kaitan dengan ada beberapa Caleg eks Napi di daerah yang memiliki peluang apabila mempu kembali jalur hukum di Bawaslu sebagai syarat untuk mengisi kembali posisi yang telah diganti atau TMS-kan.

“Misalnya begini, si A adalah Caleg eks Napi. Kemudian di TMS-kan. Terus ada si B yang gantikan. Pasca adanya DCT ini, Caleg eks Napi ini bisa menggugat sebagai syarat di Bawaslu dengan melengkapi berkas untuk gantikan posisi sebelumnya yang telah digantikan dirinya. Ini bisa, asal tidak melewati tanggal 23,” kata Alumni Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.

Untuk diketahui, jumlah 1.201 pada DCT saat ini sangat kurang karena secara ideal seharusnya jumlah total 1.360 Caleg yang berasal dari 16 partai politik yang ada di Sulsel. (*)


div>