1.600 Desa di Sulsel Masuk Program PPIP | Rakyat Sulsel

1.600 Desa di Sulsel Masuk Program PPIP

Sabtu , 16 Juni 2012 09:34
Total Pembaca : 757 Views
Agus Alwi Hamu

Baca juga

Agus Alwi Hamu

RAKYAT SULSEL . Makassar – Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) telah memasuki tahun ke delapan. Tetapi, belum semua desa di Sulsel tercover program yang berawal dari kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) atau Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak bidang Infrastruktur Perdesaan (PKPS BM IP) tersebut.

Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu’mang, mengungkapkan, upaya nyata yang dilaksanakan Kementrian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah dengan melaksanakan program yang berbasis pemberdayaan. Salah satunya adalah PPIP. Di Sulsel, program tersebut telah menyentuh 1.600 desa dari 2.263 desa di Sulsel.

“Posisi yang strategis di Kawasan Timur Indonesia memungkinkan Sulsel berfungsi sebagai pusat pelayanan, baik bagi KTI maupun untuk skala internasional. Dimana secara administrasi, provinsi Sulsel terdiri dari dua kota, 21 kabupaten, 285 kecamatan dan 664 kelurahan serta 2.263 desa,” ujar Agus, saat membuka acara Sosialisasi Nasional PPIP Tahun 2012 untuk Provinsi Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, di Hotel Grand Clarion, Makassar, Jumat (15/6).

Program tersebut, kata Agus, telah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat di perdesaan. Khususnya, dalam upaya memperbaiki infrastruktur desa untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kerakyatan. Karenanya, tahun 2012 ini, Dirjen Cipta Karya telah mengalokasikan jumlah desa sasaran PPIP Reguler dan SKPA sebanyak 304 desa.

“Saya harap, di tahun anggaran mendatang, Provinsi Sulsel tetap mendapatkan alokasi desa sasaran dengan jumlah yang lebih banyak,” harapnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi PPIP tersebut dalam upaya menjadikan wilayah perdesaan menjadi daerah yang lebih baik dan berkembang di masa mendatang. Termasuk, ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari perdesaan.

“Dengan adanya program ini, ekonomi kerakyatan di perdesaan bisa semakin berkembang dan mengalami peningkatan yang signifikan,” imbuhnya.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Cipta Karya Kementrian PU, Budi Yuwono, Direktur Pengembangan Permukiman Dirjen Cipta Karya, Amwazi Idrus. Kegiatan itu diikuti 308 peserta dari Provinsi Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. (RS5)