SELASA , 20 NOVEMBER 2018

10.042 Pendaftar CPNS Pemkot Makassar Berebut 481 Formasi

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Selasa , 16 Oktober 2018 12:00
10.042 Pendaftar CPNS Pemkot Makassar Berebut 481 Formasi

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pendaftaran seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, resmi ditutup, Senin (15/10) kemarin.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, merilis ada sekira 10.042 pendaftar yang memilih instansi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memperebutkan 481 formasi CPNS yang di buka.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Basri Rahman mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terkait pendaftar CPNS untuk lingkup Pemkot Makassar. Hasilnya,
ada 10.042 pendaftar tercatat, dan ada sekitar 8.294 orang yang sudah memenuhi syarat.

“Yang memenuhi syarat ini kita ajukan ke panitia pelaksana di pusat (KemenpanRB) untuk di buatkan kartu tes untuk mengikuti tahap selanjutnya,” kata Basri.

Basri merinci, data yang masuk tercatat, pedaftar terbanyak di kuasai formasi tenaga guru yaitu mencapai 3.324 orang, namun yang memenuhi syarat hanya 3.026 orang pendaftar. Sementara, kuota yang di buka untuk tenaga guru hanya 340 formasi.

Dijelaskan, untuk formasi guru kelas ahli pertama, pemerintah membuka sebanyak 123 formasi. Posisi ini diperebutkan oleh 1.475 orang calon guru yang dinyatakan memenuhi syarat, dari total 1.576 orang pendaftar.

Formasi guru penjaskes ahli pertama, ada 684 orang pendaftar, namun hanya 629 orang yang lolos seleksi. Mereka ini memperebutkan 53 formasi yang di buka.

Begitu juga dengan formasi guru agama islam ahli pertama. Pemerintah kota hanya membuka 136 formasi. Namun, posisi ini akan diperebutkan oleh 839 orang pendaftar yang lulus verifikasi berkas, dari 954 pendaftar.

Termasuk, guru bahasa daerah, dari 110 orang pendaftar hanya 83 orang yang memenuhi syarat. Mereka ini akan bersaing untuk bisa memperebutkan 28 formasi yang di buka.

“K2 khusus tenaga guru itu kita buka 36 formasi, tapi yang mendaftar hanya 29 orang dan itu memenuhi syarat semua,” kata dia.

Selain itu, untuk tenaga kesehatan, pemerintah hanya membuka 55 formasi. Kuota ini sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah pendaftar yang mencapai 4.210 orang.

Dari jumlah tersebut, tercatat hanya 3.103 pendaftar.
Basri membeberkan, pemerintah hanya memiliki kuota sebanyak dua untuk formasi dokter umum ahli pertama, hanya saja ada lima orang pendaftar untuk menduduki posisi tersebut, dan semuanya memenuhi syarat.

Begitu pula untuk jabatan dokter gigi. Pemerintah hanya membuka satu formasi, dan itu akan diperebutkan oleh empat orang pendaftar yang lulus verifikasi berkas. Apoteker ahli pertama juga demikian, ada 133 orang pendaftar, tapi yang memenuhi syarat hanya 119 orang, mereka bersaing memperebutkan lima kursi.

Jumlah penyuluh bidang kesehatan masyarakat tak kalah membludaknya, yaitu 455 orang pendaftar. Namun, hanya 353 pendaftar yang bakal bersaing memperebutkan 11 formasi lantaran lulus verifikasi berkas.

“Yang banyak itu bidan, 3.539 pendaftar, tapi yang memenuhi syarat hanya 2.582 orang. Sementara, formasi yang kita buka hanya 32,” ucapnya.

Lanjut Basri, Khusus untuk tenaga teknis, jumlah formasi yang dibuka hanya 50, dan formasi ini diperebutkan oleh 2.136 orang pendaftar yang lulus verifikasi berkas, dari total 2.479 pendaftar.

Formasi yang di buka untuk jabatan analisis sistem informasi hanya 24, sementara jumlah pendaftar yang lulus verifikasi sebanyak 893 orang dari 987 orang pendaftar. Auditor ahli pertama, tercatat ada 432 pendaftar yang lulus verifikasi dari 471 pendaftar, mereka memperbutkan empat formasi auditor yang di buka pemerintah kota.

Untuk formasi penyuluhan pertanian ahli pertama, pemerintah hanya membuka lima formasi. Posisi ini akan diperebutkan oleh 219 orang yang memenuhi syarat dari total pendaftra sebanyak 306 orang.

Penyuluhan penanganan masalah sosial juga demikian, ada lima formasi yang di buka. Formasi itu akan diperebutkan oleh 17 orang yang memenuhi syarat dari total 34 orang pendaftar. Teknis jalan dan jembatan ahli pertama, akan ada 101 orang dari 129 pendaftar bersaing memperebutkan lima formasi yang di buka.

Formasi asesor managemen mutu industri, ada empat formasi yang di buka. Posisi ini diperebutkan oleh 150 orang yang lulus verifikasi berkas dari 168 orang pendaftar. Serta, formasi analisis kepegawaian ahli pertama ada tiga formasi yang di buka, dan itu diperebutkan oleh 324 orang pendaftar dari total 384 yang memasukkan berkas.

Sementara, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto memberikan support kepada seluruh pendaftar CPNS, sebab segala ketentuan menjadi otoritas pemerintah pusat. Meski begitu, dia berharap agar mereka yang lulus nantinya adalah pegawai honorer yang telah lama mengabdi di pemerintah kota.

“Kita hanya bisa support saja karena ini adalah otoritas pusat. Kenapa bukan K2 saja yang di prioritaskan padahal mereka bisa lebih unggul dari CPNS,” ujar Danny.

Danny juga mengaku bersyukur lantaran jumlah pendaftar CPNS dilingkup pemerintah kota bisa tembus sampai 10 ribu, padahal formasi yang di buka hanya 481.

“Itu artinya, Makassar menjadi salah satu birokrat yang favorit karena banyak yang mau kerja sama kita,” ungkapnya. (*)


div>