MINGGU , 27 MEI 2018

10 Daerah Rawan Bencana

Reporter:

Al Amin - Armansyah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 22 Desember 2017 13:10
10 Daerah Rawan Bencana

Dok. RakyatSulsel

– Bupati/Wali Kota Diminta Waspadai Cuaca Ekstrim

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Balai Besar Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan warning (peringatan) kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana alam akibat cuaca ekstrim yang semakin meningkat beberapa hari terakhir. BMKG mengeluarkan peringatan untuk sepuluh daerah rawan bencana di Sulsel dan peringatan gelombang laut yang meningkat hingga ketinggian 6 meter di perairan sekitar wilayah Sulsel.

Kepala Sub Pelayanan dan Jasa BMKG IV Makassar, Siswanto, mengatakan, pihaknya mengeluarkan peringatan dini terhadap sepuluh Daerah di Sulsel yang masuk daerah rawan bencana. Antara lain di Toraja, Toraja Utara, Enrekang, sebagian wilayah Wajo, Parepare, Pinrang, Pangkep, Barru, Maros dan Makassar, adalah rawan bencana karena curah hujan yang meningkat.

“Malino di Kabupaten Gowa bisa saja termasuk rawan bencana, karena masuk wilayah pengunungan. Olehnya itu, dengan curah hujan yang cukup tinggi, potensi longsor semakin besar,” ungkapnya, Kamis (21/12).

“Terkait zona merah itu kapasitas BPBD, kita ini mengindikasikan saja seperti sepuluh daerah tersebut,” lanjut Siswanto.

Ia mengingatkan, pada tanggal 22 gelombang laut semakin meningkat ini terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan bagian barat Sulsel, perairan Tabalana, kemudian bagian Teluk Bone bagian utara, Teluk Bone bagian selatan.

“Yang harus diwaspadai itu dengan gelombang dua hingga empat meter terjadi di Laut Flores untuk tanggal 22, sementara tanggal 23 hingga 24 akan semakin meningkat di Laut Flores, dimana ketinggian ombak hingga enam meter,” papar Siswanto.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menginstruksikan agar bupati dan wali kota se Sulsel melakukan sejumlah langkah antisipasi. Ia mengungkapkan, cuaca yang ekstrim terjadi akibat curah hujan yang mencapai 90 – 120 ml. Karena itu, pasti berefek kepada berbagai hal yang bisa bermuara kepada bencana, baik longsor, banjir, maupun tanggul yang bisa saja jebol.

“Saya ingin sampaikan pada para bupati/wali kota, untuk semua pihak mewaspadai cuaca buruk. Ini curah hujan yang tidak biasa. Di sekitar 90 ml saja sudah banjir, apalagi kalau mencapai 120 ml,” kata Syahrul.

Menurut Syahrul, berdasarkan laporan BMKG, potensi curah hujan sangat tinggi, termasuk gelombang laut. Karena itu, kalau misalnya terjadi bencana, maka bupati/wali kota dan pemerintah setempat harus siap sejak dini. Khususnya daerah yang memang rawan bencana banjir dan tanah longsor.

“Dinas Sosial, Bulog, dan Badan Penanggulangan Bencana, juga harus siapkan segala hal. Tidak hanya di Sulsel, bahkan di provinsi lain pun kalau membutuhkan kita, Sulsel harus siap membantu,” terangnya.

Terkait banjir yang sudah melanda Makassar, Syahrul menyebut, pemerintah provinsi belum turun tangan. Saat ini, pihaknya hanya melakukan back up. Menurutnya, ada titik tertentu dimana pengendalian masih di pemerintah setempat. Kalau eskalasinya sudah sedemikian rupa, maka gubernur akan ambil alih.

“Saya sudah bicara Pak Wali, harus hati-hati. Evaluasi kita memang banjir, tapi dua hingga enam jam sudah surut kembali. Mudah-mudahan masih seperti itu. Tapi, gejala yang 120 ml itu tidak bagus. Belum turun ke laut, sudah tertimpa lagi hujan. Kita harus maklum situasi ini. Yang kita harus jaga, makanan dan transportasi, logistik harus siap,” paparnya.

Mengenai sawah dan tambak yang terancam puso karena banjir, Syahrul menegaskan, semua masih dalam pantauan. Menurutnya, dalam delapan tahun terakhir belum pernah terjadi puso. Di Kabupaten Wajo misalnya, pernah 200 hektare sawah terendam banjir, namun surut dalam waktu enam jam. Hanya bersoal 40 hektare, sehingga pemerintah mengganti bibitnya.

“Di Sidrap juga dalam pantauan penuh. Kalau itu berkaitan dengan bibit, penggantian dan lain-lain, saya akan mintakan untuk dipersiapkan. Jangan khawatir, kita punya persiapan. Protap jalan. Kita harus tenang, jangan kasak kusuk berlebihan,” tegasnya. (*)


div>