KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

10 Mega Proyek Makassar Laris Manis

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Kamis , 08 November 2018 09:15
10 Mega Proyek Makassar Laris Manis

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sepuluh mega proyek di Kota Makassar kini menjadi rebutan para investor luar negeri yang ingin berinvestasi.

Hal itu dibuktikan dengan hadirnya pejabat tinggi Asian Development Bank (ADB) dan perwakilan Uni Eropa di Makassar beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, dalam waktu dekat sejumlah perwakilan duta besar negara sahabat juga akan berkunjung membicarakan 10 investasi terbaik yang berada di Kota Angin Mammiri tersebut.

Artinya, 10 mega proyek dengan estimasi investasi sekira Rp 52 triliun tersebut menjadi rebutan oleh negara-negara di dunia.

Adapun 10 mega proyek itu diantaranya, New Balaikota Makassar yang ditargetkan sudah beroperasi di tahun 2020. Kemudian Makassar Sombere’ dan Smart City Hall, The Master, Balang Tonjong Lakeside Resort, Tallo River Eco Town, Somba Opu Double Decker City Walk, Sombere’ Makassar LRT, Green Parking Garage, Makassar Waste to Energy, City Fiber Optic Network, dan Integrated City Toll Road.

Nilai investasi dari 10 mimpi Wali Kota Makassar ini mencapai Rp 52 triliun dengan hitungan bangunan ditambah dengan total lahan tempat berdirinya bangunan.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, pihaknya telah menerima kunjungan ADB. Untuk tindak lanjutnya, pihaknya akan menunggu seperti apa respon dari ADB.

“Sekarang disamping ADB, saya sudah dipanggil Bappenas. Kemudian ada tim dari Swedia yang akan datang di Desember, Tim Jerman dan tiga duta besar akan menyusul. Itu gara-gara top ten (10 mega proyek Makassar),” ujar Danny, Rabu (7/11).

Lanjut Danny, termasuk salah satunya yakni New Balaikota yang akan dilelang dan akan diikuti beberapa negara untuk meneken MoU. Meski begitu, 10 mega proyek Makassar ini akan berproses saat dirinya sudah tidak menjabat sebagai wali kota.

“Tidak apa-apa, biarpun saya sudah berakhir (masa jabatan), ini (10 mega proyek) harus jalan dan saya akan bantu karena diluar saya masih konsultan,” ungkapnya.

Sementara, Kasubag Kerjasama Setda Makassar, Najiran Syamsuddin mengatakan, ada beberapa negara yang tertarik dan sedang dalam penjajakan terkait 10 investasi terbaik Kota Makassar. Selain ADB dan Uni Eropa, ada juga Australia, Swedia dan Jerman melakukan hal serupa.

“Semua negara yang datang ini tertarik dengan 10 investasi kota Makassar,” cetusnya.

Kata Najiran, semua negara yang menyempatkan berkunjung ke Makassar masih dalam tahap penjajakan. Membahas persoalan seperti apa yang bisa dikerjasamakan sebelum dilakukan MoU.

“Jadi, kita masih penjajakan. Tidak serta merta langsung MoU, ada proses yang harus dilewati sebelum itu,” ungkapnya.

Khusus Australia, lanjut Najiran, negara tersebut menjajaki sister city antara Kota Makassar dengan Kota Gold Coast tentang pengembangan insfratruktur.

“Jadi, orang-orang expert (ahli) dari sana akan membantu Pak Wali mewujudkan 10 best investmen di Makassar,” katanya.

Najiran menambahkan, sedikitnya ada tiga negara yang menyatakan siap meneken Nota Kesepahaman (MoU) diantaranya, Jepang, Austalia dan Perancis. Bahkan, ketiga negara tersebut meminta proposal 10 investasi pasca dilakukan forum F8.

“Kemarin pas selesai forum, mereka meminta proposal untuk diberikan ke para pengusaha mereka disana. Dalam waktu kurang sebulan akan ditau apakah ada yang tertarik dengan 10 investasi ini,” ungkapnya. (*)


div>