SABTU , 18 AGUSTUS 2018

10 Tahun Lumpuh, Kakek Salim Dikunjungi Kamrussamad

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 16 September 2015 15:14
10 Tahun Lumpuh, Kakek Salim Dikunjungi Kamrussamad

Calon wakil bupati Pangkep mengunjungi gubuk kakek Salim (80) yang telah mengalami lumpuh selama 10 tahun. (Herman/RakyatSulsel)

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Sungguh miris melihat penderitaan kakek Salim (80). Selama 10 tahun

terakhir, warga miskin di Kampung Bone-bone Kelurahan Pa’bundukan Kecamatan Pangkajene hidup dalam
kelumpuhan.

Salim tak pernah mengobati kelumpuhannya, lantaran tak memiliki biaya untuk berobat. Kakek ini pun tak
pernah tersentuh bantuan dari pemerintah. Padahal, gubuk tempatnya bernaung selama ini, hanya berjarak
3 kilometer dari rumah jabatan bupati Pangkep.

Nenek Rajama, istri kakek Salim mengungkapkan, sejak menderita lumpuh, sang kakek praktis hanya bisa
duduk dan tidur.

Mendengar ada orang miskin, seorang tua yang lumpuh, calon wakil bupati Pangkep,
Kamrussamad langsung mendatangi gubuk kakek Salim.

Kabar tentang si kakek yang menderita lumpuh itu dia dapatkan saat melakukan sosialisasi di
Pa’bundukan. Informasinya diberikan oleh seorang warga yang prihatin dengan kehidupan kakek Salim.

Kedatangan calon wakil bupati ke gubuknya, tentu saja membuat kakek Salim dan nenek Rajama terkejut.
Namun pasangan suami istri yang renta itu sangat bersyukur mendapat kunjungan calon orang nomor dua di
Pangkep ini.

“Iye nak, begini keadaanya kakek sehari-harinya. Kalau mau mandi, nenek yang kasih mandi dan makan,”
ucap sang nenek kepada Kamrussamad.

Dengan tanpa sungkan, Kamrussamad menjabat tangan kakek Salim dengan hangat sambil menanyakan kabar.
Kepada sang kakek, Kamrussamad berjanji, jika nanti terpilih akan lebih memperhatikan nasib warga
Bone-bone.

“Yang seperti ini mesti menjadi perhatian pemerintah. Kok bisa ada warga sudah 10 tahun lumpuh tak
pernah tersentuh bantuan,” ujar Kamrussamad.


div>