SELASA , 17 JULI 2018

100 Karyawan Clarion Grup Peroleh Sertifikasi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 23 Maret 2016 17:07
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Pariwisata-Kemenpar melakukan sertifikasi terhadap 100 orang pekerja hotel dari Phinisi Hospitality (Clarion Grup) di Sulsel melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Anging Mammiri.‎
Direktur LSP Angin Mammiri, Farid Said, mengatakan kompetensi sertifikasi hari ini diberikan kepada 100 orang karyawan untuk Clarion Grup.
“Target kami di Sulsel bisa mencapai 500 sertifikasi untuk karyawan hotel dan restaurant, itu sampai bulan April dan kami mulai pada Clarion Grup dulu. Selebihnya kami akan berikan lagi untuk Group hotel yang lain,” katanya usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman-MoU dengan manejemen Phinisi Hospitaly, Grup Clarion Hotel mengenai sertifikasi kompetensi tenaga kerja di Makassar, Rabu (23/3).‎
Farid menambahkan, jumlah tenaga kerja yang akan disertifikasi sementara ini sebanyak 100 orang dengan anggaran yang disiapkan dari pusat sebesar Rp100 juta. Jumlah ini dinilai masih sedikit, sebab di Sulsel masih ada sekira 40 ribu lebih pekerja yang belum disertifikasi.‎
Farid mengaku, peserta sertifikasi berasal dari Grup Clarion sendiri, seperti Grand Clarion Hotel, Grand City Hotel, dan The Rinra Hotel.
Mereka ang akan mendapat sertifikasi adalah yang bekerja sebagai petugas front office hotel, house keeping, dan petugas juru masak atau food and beverage service.‎
“Sertifikasi ini dipersiapkan agar pekerja dapat menjadi lebih kompeten dan bisa bersaing dengan tenaga kerja asing terutama asal negara-negara ASEAN,” lanjutnya.‎
Ia berharap, pemerintah dapat mendorong kementrian dalam memberikan kuota yabg lebih banyak lagi di daerah Sulsel, karena dengan adanya sertifikasi ini, manfaatnya juga banyak. “Membuat karyawan lebih terampil dan mereka akan ada pengakuan. Karena logo yang digunakan adalah logo garuda,” klaimnya.‎
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan, pihaknya terus melakukan pendampingan dan memfasilitasi hotel-hotel agar karyawannya ikut sertifikasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi karyawan tersebut khususnya menghadapi persaingan secara global, apalagi saat ini sudah diperlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang bisa mengancam tenaga kerja yang ada.‎
“Sertifikasi tenaga kerja cukup penting bagi hotel dalam meningkatkan pelayanannya karena ada peningkatan skill sesuai bidangnya masing-masing,” tutur Jufri.‎
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, menambahkan, pihaknya menggenjot proses sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja.
“Untuk tahap awal kami akan mengejar angka ideal yaitu minimal 50 persen tenaga kerja perhotelan memegang sertifikasi kompetensi, Karena dalam aturan yang ada, pengurusan ijin baru ataupun perpanjangan ijin hotel, disyaratkan memiliki minimal 50 persen tenaga kerja bersertifikasi,” imbuhnya. (***)‎

Tag
  • Clarion Grup
  •  
    div>