RABU , 13 DESEMBER 2017

100 Santri Sulsel Hadiri Pembukaan Porsadin Tingkat Nasional III

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 19 November 2017 11:28
100 Santri Sulsel Hadiri Pembukaan Porsadin Tingkat Nasional III

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Prov Sulsel, H. Fathurrahman beserta para Kepala Seksi dan Official serta peserta asal Sulsel tampak antusias mengikuti rangkaian Acara Pembukaan Porsadin Tingkat Nasional III.

PASURUAN, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 100 santri Kontingen Provinsi Sulsel menghadiri Seremoni Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Takmiliyah (Porsadin) III tingkat Nasional di Lapangan Candra Wilwatikta, Pandaan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, Jum’at (17/11) malam.

Porsadin ini yang diikuti 35 ribu santri ini terselenggara hasil kerja sama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Pusat, Kementerian Agama dan Pemkab Pasuruan.

Mewakili Menag RI Lukman Hakim Saifuddin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendis Kemenag, Ahmad Zayadi mengatakan bahwa FKDT memiliki peran strategis.

“Secara horizontal, FKDT menyadarkan masyarakat akan peran dan fungsi Madrasah Diniyah Takmiliyah, terutama dalam membangun kesadaran keagamaan yang moderat dan pemenuhan terhadap kebutuhan pembelajaran pendidikan agama Islam yang secara formal diselenggarakan di sekolah,” terang Zayadi.

“Secara vertikal, FKDT mampu menggerakkan para penyelenggara pendidikan, termasuk penentu kebijakan pendidikan, untuk menempatkan Madrasah Diniyah Takmiliyah pada tempat yang semestinya,” imbuhnya.

Zayadi menyampaikan apresiasi kepada FKDT dan Pemerintah Daerah yang mendorong terbitnya Perda yang mengafirmasi Madrasah Diniyah (Madin). Menurutnya, hal itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan anak bangsa atas pemenuhan pendidikan agama dan keagamaan di kalangan siswa di sekolah.

“Jika masyarakat berpengetahuan agama dengan baik, Insya Allah kehidupan sosial kita menjadi tenang. Karena nya, ini menjadi tanggung jawab kita semua. Hal ini, tertuang dalam PP No 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan,” ujarnya.

Zayadi menilai, kontribusi Madin atas Islam moderat di Indonesia sangat besar. Karenanya, Porsadin dianggap penting dan strategis dalam membangun semangat kebersamaan merawat Islam Indonesia.

“Kami berharap, Porsadin mampu menjadi ajang untuk meningkatkan kemampuan santri, baik secara fisik maupun mental spiritual. Semoga, mampu melahirkan santri yang tangguh di bidang olahraga, seni dan pengetahuan keislaman yang kuat, serta kecintaan yang tinggi kepada Tanah Air,” harap Zayadi.

Sebelumnya, Bupati Pasuruan Muhammad Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) mengatakan, Kabupaten Pasuruan mendukung penuh Madin, baik akademik maupun non akademik, termasuk kegiatan Porsadin.

“Dalam mengawal Madin, Kabupaten Pasuruan menerbitkan Perda No 4 Tahun 2016 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Kami juga menerbitkan Perbub tentang wajib belajar Madin,” terang Bupati.

Bupati mengatakan, Perda dan Perbub merupakan kesepakatan seluruh kalangan di Pasuruan. Apalagi. di Pasuruan ada lebih dari 400 pondok pesantren, 1551 Madin, ribuan TPQ dan Majelis Taklim. Agar terjadi sinergitas antara pendidikan formal dan non formal, maka Perda dan Perbub tersebut lahir, agar mampu melahirkan generasi kuat mental spiritual, kepedulian sosial tinggi dan cinta Indonesia.

Ketua DPP FKDT Lukman Hakim dalam sambutannya mengatakan, Madin yang biasa disebut sebagai Sekolah Sore/Sekolah Arab, mengalami perkembangan yang menggembirakan.

“Saat ini tak kurang ada 84 ribu madin dengan 6 juta lebih santri, tersebar di seluruh Negeri. Dan selain pendidikan agama dan keagamaan, juga diajarkan olah raga fisik,” terang Lukman.

“Porsadin ini kali merupakan ajang yang kali ketiga. Sebelumnya diselenggarakan di TMII Jakarta pada 2013, dan di Ponpes Ash-Siddiqiyah Kota Tangerang pada 2015,” imbuhnya.

Porsadin III ini, diikuti 1250 peserta dari 30 provinsi, 330 pelatih dan 330 official. Cabang yang dilombakan, yaitu: Tahfid, Cerdas Cermat, Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Indonesia, Murotal, MQK, Kaligrafi, Puisi, Atletik, Futsal dan Tenis Meja.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Prov Sulsel, H. Fathurrahman beserta para Kepala Seksi dan Official serta peserta asal Sulsel tampak antusias mengikuti rangkaian Acara Pembukaan yang dikemas apik dan kolosal nan megah.

H. Fathurrahman berharap kepada seluruh peserta asal Sulsel memaksimalkan kemampuannya dalam mengikuti setiap lomba. “Tunjukkan bahwa Sulsel juga Bisa,” harapnya. (**)


div>