RABU , 17 OKTOBER 2018

104.378 Korban Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Bima

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 24 Desember 2016 14:38
104.378 Korban Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Bima

int

NTB, RAKYATSULSEL.COM – Dua kali musibah banjir yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat ratusan ribu warga mengungsi.

Data dari Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) menyebutkan, sebanyak 105.758 jiwa mengungsi akibat banjir sedalam 1-3 meter yang terjadi pada Rabu (21/12) dan Jumat (23/12).

Masyarakat yang awalnya sudah kembali ke rumah dari pengungsian, kembali mengungsi karena adanya banjir susulan pada Jumat siang. Akses komunikasi dan suplai listrik mati di Kota Bima. Akses transportasi terputus dan aktivitas ekonomi lumpuh. Perkantoran dan sekolah diliburkan.

Sesuai laporan Kepala BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Rum, dampak banjir di Kota Bima menyebabkan 105.758 jiwa terdampak di 5 kecamatan (33 kelurahan) dan 104.378 jiwa mengungsi.
[NEXT-RASUL]
“Saat ini sebagian banjir telah surut. Hanya menyisakan genangan dan lumpur. Mayoritas telah pulang kembali ke rumahnya masing-masing. Perkantoran dan sekolah diliburkan. Aktivitas pasar belum ada yang buka karena juga ikut terendam banjir. Listrik masih padam dan jaringan komunikasi juga belum pulih. Kondisi ini juga menyebabkan kendala dalam penanganan,” ujar Mahammad Rum dalam laporannya.

Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa meninggal dan hilang akibat banjir. Fasilitas kesehatan yang rusak meliputi 4 puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 29 polindes dan 1 kantor labkesda. Obat-obatan dan sarana medis ikut terendam banjir sehingga diperlukan bantuan obat-obatan dan tenaga medis.

Upaya penanganan darurat banjir terus dilakukan oleh BPBD, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemenkes, Kemensos, Kemen PU Pera, Tagana, SKPD Kota Bima, NGO, dunia usaha, relawan seperti dari PKPU, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Senkom Polri dan lainnya, dan masyarakat. Masa tanggap darurat selama 14 hari yaitu 22/12/2016 hingga 4/1/2017.

Distribusi bantuan pangan disalurkan melalui kelurahan. Telah dibuka dapur umum lapangan di 4 lokasi oleh TNI, BPBD dan Tagana, dan rencana akan dibuka dapur umum lapangan di 2 lokasi oleh PMI. BPBD Provinsi NTB, Kabupaten Dompu, Sumbawa Barat juga telah mendistribusikan logistik.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei telah memerintahkan Deputi Logistik dan Peralatan BNPB untuk segera mengirim bantuan yang diperlukan BPBD.

“Tim Reaksi Cepat BNPB yang sudah ada di Kota Bima agar menghitung berapa kebutuhan logistik dan peralatan disana. Perkuat terus BPBD. Jangan sampai ada masyarakat yang kekurangan dan tidak mendapatkan bantuan,” kata Willem Rampangilei.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji, permakanan, sandang, air bersih, terpal, tikar, selimut, obat-obatan, sarung, mukena, alat-alat kebersihan rumah tangga, dan lainnya.


div>