SABTU , 21 APRIL 2018

11 April Prabowo Deklarasi Capres, Cawapresnya Nyusul

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 30 Maret 2018 10:00
11 April Prabowo Deklarasi Capres, Cawapresnya Nyusul

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto rencanannya akan menggelar deklarasi pencapresan dirinya di Sentu, Bogor, Jawa Barat pada 11 April Mendatang. (JawaPos.com)

RAKYATSULSEL.COM – Jika tidak ada perubahan, Partai Gerindra bakal mendeklarasikan pencapresan, Ketua Umumnya Prabowo Subianto pada 11 April 2018 di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Namun, sampai saat ini partai yang akan menjadi penantang PDIP di Pilpres dengan Joko Widodo sebagai capresnya itu, masih belum menentukan siapa yang menjadi cawapres pendamping mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, memang ada dua kelompok terkait persoalan pencalonan presiden dan wakil presiden. Yakni, kelompok yang mengusung cawapres dari kader partai. Kemudian kelompok dari non-partai.

Riza menambahkan, partainya juga tengah mempertimbangkan berbagai nama. Misalnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Partai Demokrat. Selain itu ada pula sembilan nama dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) antara lain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Bahkan, ada pula nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Di luar nama-nama itu ada pula dari kalangan non-partai seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan lainnya.

“Tapi, kami belum masuk dalam keputusan menentukan cawapres,” tegas Riza di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3).

Lebih lanjut Riza menjelaskan, partainya saat ini masih menginventarisir nama-nama itu. Sekaligus berkomunikasi dengan partai lain untuk membangun sinergi positif. Pasalnya, keputusan siapa cawapres juga tergantung dari kesepakatan partai yang berkoalisi dengan Partai Gerindra.

“Yang jelas Gerindra sudah pasti berkoalisi dengan PKS. Namun, tidak menutup kemungkinan pula berkoalisi dengan partai lain seperti PAN, PKB, hingga Partai Demokrat. Semuanya sangat mungkin dalam politik itu,” kata Riza.

Wakil ketua Komisi II DPR itu menambahkan setelah berkoalisi, barulah nanti akan masuk pada penentuan siapa yang bakal diusung sebagai cawapres terbaik mendampingi Prabowo.

Dia mengatakan tidak hanya integritas dan kompetensi yang penting dan menjadi pertimbangan.vNamun, elektabilitas juga tidak kalah penting. “Kami harapkan pasangan calon yang bisa memperoleh suara besar dan memang di Pilpres 2019,” ungkap Riza.

Menurut Riza, cawapres tidak mesti bisa membawa 39 kursi untuk melengkapi persyaratan 112 kursi dalam pengajuan pasangan calon. Karena, Gerindra sebagai partai pemenang Pemilu nomor tiga, cukup berkoalisi dengan siapa pun.

“Misalnya dengan PKS cukup, PAN cukup, PKB cukup, Demokrat cukup. Syukur Alhamdulillah. Tapi kami yakini dan optimistis yang akan berkoalisi dengan Partai Gerindra lebih dari dua partai,” katanya.

Sementara soal waktu penetapan cawapres, Riza menjelaskan, pihaknya masih mempertimbangkan apakah cawapres itu diputusakan dalam waktu cepat atau setelah melihat hasil Pilkada Serentak 2018.

“Kami akan lihatlah. Sekarang terus mengalir, terus berjalan mencari mana yang terbaik,” pungkasnya.

(dms/est/JPC)


div>