SELASA , 20 FEBRUARI 2018

11 Bank Layani Penukaran Uang Receh

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 01 Juli 2015 16:06
11 Bank Layani Penukaran Uang Receh

Grafis : Juandi/RakyatSulsel

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Kebutuhan masyarakat terhadap kelancaran sistem pembayaran tunai dan non tunai pada saat menjelang idul fitri akan meningkat. Hal tersebut sejalan dengan adanya peningkatan kegiatan transaksi ekonomi di masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BI melakukan optimalisasi distribusi dan persediaan uang tunai dibantu oleh perbankan.

Dari sisi non tunai, infrastruktur dan layanan sistem pembayaran juga telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatkan transaksi pembayaran non tunai, baik melalui sistem RTGS maupun sistem kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Hal tersebut disampaikan Kepala Deputi Bank Indonesia Perwakilan Sulampua, Mokhammad Dadi Aryadi, saat siaran pers bersama media, di Hotel Novotel, Selasa (30/6). Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di Sulsel, BI telah menyediakan sebesar Rp4,3 triliun.

Jumlah itu naik drastis 59,26 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp2,7 triliun. “Dari jumlah tersebut Rp2,9 triliun kami siapkan untuk penarikan pada perbankan. Dan Rp402 miliar untuk kas titipan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Dadi, diantara jumlah tersebut, sebagian besar disalurkan di Makassar, dikarenakan sebagai sentra perekonomian Sulselbar. Bagi masyarakat pebisnis yang ingin menukarkan uang, bisa dilayani pada 11 bank yang ada di Makassar. Seperti di BNI, BRI, Mandiri, BCA, BII, CIMB Niaga, Danamon, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega, Bank Panin, serta Bank Artha Graha.

Sementara untuk masyarakat umum dapat melakukan penukaran di Loket BI di Wisma Bank Indonesia Jalan Pasar Ikan No.8 Makassar setiap hari Selasa, Rabu, Kamis pukul 09.00-12.00 WITA. Penukaran tersebut berlaku hingga 15 Juli 2015 mendatang.

[NEXT-RASUL]

Namun, untuk penukaran uang di loket BI, jumlah plafon UPK (Uang Pecahan Kecil) yang dapat ditukar oleh masyarakat umum adalah Rp5 juta per orang untuk 200 orang penukar tiap harinya. Tapi pada saat dua pekan sebelum lebatan akan dinaikkan. “Jadi nanti H-2 minggu akan dinaikkan menjadi 400 orang penukar. Sama dengan tahun lalu,” aku Dadi.

Menurut data yang dihimpun BI, selama periode 17 hingga 30 Juni 2015, total penukaran bagi masyarakat umum di loket BI tercatat sebesar Rp5,2 miliar. Dengan transaksi per hari berkisar Rp1 miliar dan akan meningkat 20 persen jika sudah mendekat hari H nantinya. “Dengan jumlah tersebut, kami berharap semoga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi selama ramadan dan idul fitri nanti,” harap Dadi. (any)


Tag
div>