SENIN , 23 JULI 2018

PD Terminal Daya Bangun Hotel dan Mal

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Jumat , 11 Maret 2016 14:43
PD Terminal Daya Bangun Hotel dan Mal

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL — Perusahaan Daerah (PD) Terminal Daya Makassar Metro merencanakan pembangunan hotel dan mal di area terminal. Hotel dan mal tersebut sebagai bentuk fasilitas penunjang bagi penumpang di area terminal.
Direktur Utama PD Terminal Makassar Metro, Hakim Syahrani, mempunyai mimpi besar untuk membangun dan mengembangkan area Terminal Daya Makassar. Mimpi Hakim tersebut dia tuangkan dalam rencana membangun hotel dan mal di area Terminal Daya yang saat ini dinahkodai.

“Kami ingin membenahi kondisi terminal. Hal ini tentu selain infrastruktur, taman, lampu, saat ini saya mempunyai niat akan membangun mal dan hotel di area terminal,” ujarnya saat ditemui di Kantor Balai Kota, Kamis (10/3).

Menurutnya, akan dibangun hotel dan mal sebagai bentuk fasilitas penunjang bagi penumpang di area terminal. “Ini sebagai fasilitas terminal. Coba bayangkan kalau penumpang yang datang dan pulang tiba-tiba bisa nginap. Dan membayar sesuai standar untuk menunjang pembangunan di terminal dan masukan di kas¬†pemkot,” tuturnya.

Hakim menilai, saat ini Makassar menuju Kota Dunia, tidak ada salahnya ketika mal dan hotel dibangun di area terminal atas nama aset Pemkot Makassar. “Kan kota dunia, fasilitas terminal harus lengkap akan memberikan kenyamanan bagi penumpang,” ungkapnya.
Dia menambahkan, persoalan kenyamanan juga menjadi salah satu alasan penumpang enggan masuk ke Terminal Daya. Perilaku pedagang asongan dan buruh yang kerap memaksa penumpang membayar tidak sesuai jasanya menimbulkan rasa tak nyaman bagi calon penumpang.

Hal itu pun telah ia benahi. Pedagang sudah diberi pengarahan agar melayani penumpang dengan baik. Selain itu, pihak PD Terminal juga telah menyiapkan sebanyak 40 troli untuk digunakan mengangkut barang penumpang.

Meski demikian, Hakim mengakui beratnya persoalan yang dihadapi PD Terminal saat ini, ingin meningkatkan pendapatan. Hal itu karena Terminal Regional Daya (TRD) Makassar masih menunggu kesediaan PT Kalla Inti Karsa (KIK) yang merupakan salah satu anak usaha Kalla Group untuk mengakhiri perjanjian kontrak kerjasama dengan Pemkot Makassar terkait pengelolaan TRD Makassar.
“Dulu ada MoU Pemkot dan PT KIK untuk pengelolaan terminal daya, namun sekarang saya upayakan terminal diambil alih pengelola oleh PD terminal sendiri supaya pemasukan stabil. Ini yang sementara tahap proses,” bebernya.

“Permasalahan yang dihadapi oleh PD Terminal sehingga tak mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD kota hingga saat ini, yakni proses taksasi antara pihak Kalla Inti Karsa (KIK) dan SKPD terkait aset yang dikerjasamakan,” tambahnya. (D)


div>