KAMIS , 22 FEBRUARI 2018

12 Hari Coklit, KPU Baru Selesaikan 3,2 Juta Pemilih

Reporter:

Iskanto - Suryadi

Editor:

asharabdullah

Senin , 05 Februari 2018 12:30
12 Hari Coklit, KPU Baru Selesaikan 3,2 Juta Pemilih

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel, telah merilis hasil pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) selama 12 hari terhadap daftar pemilih yang dilakukan Petugas Pemuktakhiran Data Pemilih (PPDP).

Selama 12 hari, KPU baru menyelesaikan sekira 3,2 juta lebih pemilih, dari total 6,7 juta Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) di Sulsel.

Masih tersisa delapan hari di masa coklit tahap kedua, yakni 10-18 Februari 2018. Dibutuhkan kerja keras tim KPU di lapangan untuk mencapai target 6,7 juta pemilih. Hal ini kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi KPU, sebagai langkah awal untuk meningkatkan partisipasi pemilih di pilkada serentak tahun ini.

Komisioner KPU Sulsel Bidang Teknis, Misna Attas, mengatakan, KPU sangat optimistis untuk mencapai target coklit yang telah dicanangkan secara serentak di Sulsel.

“Kami optimistis coklit mencapai target,” ujarnya, Minggu (4/2) kemarin.

Misna menegaskan, coklit akan dilakukan di 24 kabupaten kota di Sulsel secara berkelanjutan, hingga masa tenang pemungutan suara atau pencoblosan.

“Coklit ini kan berkelanjutan. Sampai mendekati pemilihan, saya kira hal ini untuk mencapai target bisa dimaksimalkan tim di lapangan untuk dapat capaian tersebut,” jelasnya.

Sekadar diketahui, jumlah total pelaksana coklit melibatkan KPU Provinsi dan KPU kabupaten kota baik komisioner dan sekretariat sebanyak 448 orang staf organik, ditambah PPK 1.535, PPS 9.0141 dan PPDP 21.209 orang.

Misna mengaku, salah satu hambatan berkaitan letak geografis wilayah, sehingga tim PPDP kesulitan. Membutuhkan waktu untuk menjangkau lokasi yang terpencil.

“Letak geografis misalnya seperti, kepulauan terluar dari Makassar, juga kabupaten lain. Begitu juga lereng bukit dan pegunungan, ini butuh waktu dan tenaga petugas untuk kesana,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, mengatakan, KPU harus secepatnya menyelesaikan proses coklit yang tinggal beberapa hari lagi. Setiap elemen yang ikut serta didalamnya harus berperan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat, akan pentingnya memberikan hak suaranya.

“Itu persoalan serius. Karenanya, KPU dituntut kerja maksimal dan profesional. Partai dan elite politik dan elemen perlu ingatkan masyarakat agar pastikan ikut berpartisipasi dalam pilkada,” kata Firdaus.

Ia menjelaskan, bila tidak terakomodir, maka tentu saja akan mempengaruhi perolehan suara karena masyarakat tidak bisa menyalurkan hak pilihnya. Namun, Firdaus tetap optimistis KPU dapat menyelesaikan proses coklit yang kini tengah berlangsung, untuk menciptakan sistem demokrasi yang baik.

“Jangan sampai mereka hanya sibuk kampanye, tapi ternyata warga tidak mendaftar. Dalam banyak kasus, partisipasi rendah karena tidak tertib administrasi. Sebaran kartu pemilih tidak optimal. Kita percayakan KPU bisa menuntaskannya,” terangnya. (*)


div>