SENIN , 17 DESEMBER 2018

12 Oktober, Kawasan Kumuh Mamminasata Bakal Dibenahi

Reporter:

Lukman

Editor:

Senin , 25 September 2017 18:00
12 Oktober, Kawasan Kumuh Mamminasata Bakal Dibenahi

Andi Bakti Haruni

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi Sulsel bersama empat kabupaten/kota sepakat untuk melakukan pembersihan wilayah kumuh di kawasan Mamminasata. Kawasan itu melibatkan wilayah Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar.

Dinilai kumuh lantaran daerahnya yang tidak memiliki fasilitas yang memadai seperti kawasan yang belum memiliki saluran drainase, kondisi jalan rusak, sanitasi (MCK) belum memenuhi persyaratan teknis, pengelolaan sampah konvensional, jarak antar bangunan hanya 0,5m, serta masih banyak indikator lainnya.

Selain pemerintahan, sejumlah stakeholder yang terkait dalam pembangunan kota Mamminasata ini juga turut andil, seperti Universitas Hasanuddin dan Bank Sulselbar. Dan tentu saja melibatkan pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sesuai dengan naskah kerjasama dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU), wilayah kumuh itu rencananya akan dilakukan pembersihannya pada 12 Oktober mendatang.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKP2) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Bakti Haruni, mengatakan, pihaknya menyetujui tanggal 12 Oktober lantaran penandatanganan MoU disesuaikan dengan jadwal Menteri, dalam hal Menteri PUPR.

“Kebetulan akan hadir Menteri PUPR untuk peresmian sejumlah proyek PU seperti Underpass dan launching Bypass Mamminasata,” kata Bakti, Senin (25/9).

Dia menegaskan, dibutuhkan kerjasama untuk menangani kawasan kumuh secara efektif. Jadi setiap stakeholder yang melalukan penandatanganan kerjasama punya tanggung jawab masing-masing. (*)


div>