SELASA , 20 NOVEMBER 2018

120 Sekolah Salah Cetak Ijazah, Disdik Berdalih Itu Karena Salah Input Data

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Kamis , 30 Agustus 2018 16:28
120 Sekolah Salah Cetak Ijazah, Disdik Berdalih Itu Karena Salah Input Data

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, berdalih bahwa kasus salah cetak ijazah yang terjadi di 120 Sekolah SMA di Sulsel itu lantaran salah input data yang ada di Sekolah.

Dia menjelaskan, khusus untuk kelas XII, sekolah-sekolah ini masih menerapkan kurikulim KTSP. Berbeda dengan yang diterapkan oleh kelas I dan II, yang sudah K13.

“Salah cetak ijazah itu bukan salah cetak, tapi salah input data, ada salah input nama, ada salah menulis bahwa dia kurikulum 2013 padahal sudah pakai KTSP 2006. Salah tulis, dan murni kesalahan dari sekolah,” kata Irman YL, Kamis (30/8).

Irman menyebutkan, ijazah untuk KTSP dan Kurikulum 2013 memang beda. Ada kode khusus yang menentukan jenis ijazah, selain itu ada perbedaan tambahan mata pelajaran di bagian belakang.

“Ini murni kesalahan operator. Tetapi kami tetap bertanggung jawab. Untuk sementara siswa yang ijazahnya salah, kita beri surat keterangan khusus,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya sudah mendapat konfirmasi dari Kemendikbud. Rencananya ijazah baru tersebut akan disalurkan pekan ini. Langsung disalurkan ke Disdik Sulsel, untuk kemudian disebar ke sekolah-sekolah.

“Ijazahnya sudah cetak. Sisa persetujuan dirjen. Insyallah pekan ini semua sudah selesai,” tambahnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulsel, Basri berharap kebijakan soal pencetakan ijazah dikembalikan ke pemprov. Jika ada kesalahan, semua cepat ditanggulangi.

Tahun lalu, kata dia, hal seperti ini tak terjadi. Makassar pun menjadi pusat pencetakan ijazah khusus untuk seluruh wilayah Indonesia timur. “Tidak terlalu jauh dan cepat diproses. Beda dengan yang sekarang,” jelasnya.

Sebetulnya, usulan ini relevan. Menurutnya kewenangan pengelolaan SMA dan SMK sudah ada di Pemprov. Kebijakan soal pencetakan ijazah pun mestinya cukup di pemerintah daerah saja.

Sebelumnya juga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhajir Effendy telah berjanji akan menyelesaikan masalah ijazah yang salah cetak. Pekan depan kata dia ijazah pengganti sudah disalurkan.

“Kok belum disalurkan. Langsung saya minta direktorat untuk selesesaikan semuanya segera,” bebernya.

Diapun berencana akan mengevaluasi kewenangan pencetakan ijazah. Dulunya memang menjadi tanggung jawab pemprov. Hanya saja, kewenangan dialihkan ke Kemendikbud tahun ini. (*)


div>