SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Muktamar PPP, Romy: Perjalanan Menuju Islah Sangat Panjang

Reporter:

Editor:

hur

Sabtu , 09 April 2016 08:30

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksanaan Muktamar Islah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, mampu menyedot Muktamirin tak kurang dari 1.767 orang dari seluruh Indonesia.

Adapun komposisi peserta Muktamar tersebut antara lain, 532 peserta berasal dari utusan DPP, 91 peserta berasal dari DPW dan 1.144 utusan dari DPC.

Namun, dalam kaitannya pada proses pengambilan keputusan dalam Muktamar nantinya hanya akan dari peserta DPW dan DPC dengan total jumlah 1.235 peserta.

Sekretaris Jenderal DPP PPP, Romahurmuziy mengatakan 1.235 peserta yang nantinya akan memilih ketua umum PPP periode 2016/2021. Menurutnya, jumlah suara yang ada tersebut terdiri atas ketua dan sekretaris perwakilan DPW dan DPC seluruh Indonesia beserta suara perimbangan yang didasarkan atas perolehan suara kursi DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Total jumlah suara penuh yang berhak memilih ketua umum sebanyak 1.235, jumlag suara ini terdiri atas ketua dan sekretaris DPW dan DPC seluruh Indonesia, juga suara perimbangan atas perolehan kursi DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia menambahkan perjalanan menuju Muktamar islah telah melalui jalan yang panjang dan berliku. Selain itu, kata dia, dibutuhkan 106 kali event sejak Februari 2014 dan jika ditotal waktu yang digunakan untuk mencapai kesepakatan adalah 17 bulan.

“Perjalanan kami menuju islah tidaklah mudah, kami sedikitnya melaksanakan event sebanyak 106 kali mulai dari jumpa pers, forum resmi partai, pertemuan formal dan informal, hingga pertemuan dengan pemerintah, yang jika ditotal kami butuh waktu selama 17 bulan,” terangnya.

Tak lupa, Romy juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang telah memfasilitasi dalam mencapai kesepakatan islah. Ia menilai, tidak pantas dan tidak elegan sebuah Partai Politik (Parpol) untuk meminta bantuan pemerintah untuk menyelesaikan konflik internal partai.

“Kami sepatutnya menyampaikan banyak terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kemenkumham yang telah memfasilitasi kami dalam mencapai kesepakatan islah, kami sebenarnya tak pantas untuk meminta hal ini tapi karena administrasi negara lah yang juga menyampaikan hal ini,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Romy juga mengatakan bahwa seluruh undangan dan dokumen yang telah disebar ditandatangani langsung oleh ketua umum hasil Muktamar Bandung, Suryadharma Ali. Hal tersebut, kata Romy, merupakan bentuk kesepakatan untuk melaksanakan Muktamar islah yang seutuhnya.

“Perlu kami sampaikan bahwa seluruh dokumen dan undangan ditanda tangani oleh Pak Suryadharma Ali sebagai ketua umum, dan ini juga merupakan bentuk keikhlasan kami untuk melaksanakan Muktamar Islah,” ujarnya.

Selain itu, kata Romy, Muktamar dilaksanakan dengan tema “Satu PPP Untuk Indonesia Mandiri, Berdaulat, Berkepribadian” adalah merupakan bentuk dukungan PPP terhadap jalan Trisakti pemerintah yang yang berpihak pada rakyat. Ia meyakini, politik amar ma’ruf nahi munkar hanya akan dapat dilakukan bersama pemerintah.

“Tema yang kami ambil ini adalah bentuk dukungan yang nyata PPP terhadap pemerintah yang berpihak kepada rakyat, karena untuk menjalankan politik amar ma’ruf nahi munkar itu hanya bisa dilakukan bersama pemerintah,” pungkasnya.


div>