JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Peduli Nilai Kebangsaan, Aliyah Mustika Ilham Sosialisasi 4 Pilar di Makassar

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 18 April 2016 11:33
Peduli Nilai Kebangsaan, Aliyah Mustika Ilham Sosialisasi 4 Pilar di Makassar

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perkembangan teknologi dan perubahan kuriklum pendidikan saat ini mereduksi nilai-nilai kebangsaan. Bahkan siswa hampir tak pahami nilai yang terkadung dalam empat pilar kebangsaan. Hal ini mendorong Anggota DPR RI Komisi IX, Hj Aliyah Mustika Ilham SE, melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kota Makassar, Kecamatan Ujung Pandang, Minggu (17/4/2016) malam.

Aliyah Mustika mengatakan, keempat pilar tersebut adalah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, pentingnya para pelajar dan masyarakat memahami dan memaknai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila adalah dasar negara yang paten untuk dijaga seutuhnya sebagai kekuatan NKRI. Saat ini kebanyakan siswa di sekolah lupa pancasila, itu sebabnya melalui reses saya merasa peduli untuk menggelar sosialisasu,” kata Aliyah yang merupakan politisi Demokrat itu.

Dijelaskan, empat pilar merupakan pondasi bangsa, dan dengan di adakannnya sosialisasi ini diharapkan para pelajar, masyarakat dan
media bisa menyerap materi tentang pilar-pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Empat pilar kebangsaan yang setelah dimaknai dan diketahui seluruh masyarakat pelajar dan rekan-rekan pers, harus benar-benar diterapkan,” katanya.

Mantan ketua PKK Kota Makassar ini menuturkan, setiap anggota DPR RI saat ini diwajibkan turun ke dapilnya masing-masing untuk melakukan sosialisasi tersebut ke masyarakat.

Hal ini dikarenakan rasa dan nilai kebangsaan di masyarakat dirasa telah mulai terkikis.

“DPR RI melihat perlu kembali menanamkan empat pilar ini karena secara nasional rasa dan nilai kebangsaan ini telah terkikis. Apa yang dicita-citakan pendiri bangsa sudah memudar dan semakin jauh. Mulai terjadi pergesekan antara suku-suku bangsa,padahal kita adalah bhineka tunggal ika,” tutur Aliyah.

Dirinya menambahkan, jika sosialiasi empat pilar harus menyentuh kepada seluruh lapisan masyarakat mulai dari petani, nelayan, pedagang, kepala desa beserta perangkatnya dan ibu-ibu yang notabennya adalah pendidik calon generasi bangsa.

“Selain sosialisasi di masyarakat, rencana cara yang terbaik lainnya adalah sosialisasi di sekolah agar memasukkan nilai nilai sejarah kebangsaan ke dalam kurikulum sekolah,” ungkapnya.

Selain sosialisasi empat pilar. Aliyah yang juga anggota komisi IX DPR RI yang bermitra dengan kesehatan, Ketenagakerjaan, Kependudukan. Menyoroti soal BPJS yang saat ini amburadul.

“Penting sebenarnya masyarakat memiliki BPJS. Hanya saja saat ini atuean BPJS sangat amburadul. Kacau betul, saya tidak tau apa mereka mau raih untung atau bagaimana. Pemerintahan saat ini juga belum ambil langkah tegas,”sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Aliyah berjanji akan meluangkan waktu bertemu masyarakat yang memiliki kartu BPJS yang ada di dapil pemilihanya.

“Kalau tidak halangan, saya akan cari waktu kosong bertemu para pimpinan BPJS dan para pemilik kartu BPJS, kita bicarakan persoalan ini,” tutupnya.


Tag
div>