SELASA , 14 AGUSTUS 2018

Lurah ini Sandera Beras Raskin, Wali Kota Ambil Tindakan Tegas

Reporter:

Editor:

hur

Sabtu , 23 April 2016 08:18

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, akhirnya mengambil tindakan tegas atas ulah oknum lurah yang dilaporkan menyandera jatah beras miskin (raskin) grstis milik warganya lantaran belum bayar PBB.

Warga miskin di Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang sebelumnya protes akan kebijakan lurah Arifuddin, yang baru menyerahkan jatah raskin mereka setelah bukti pelunasan PBB tahun ini diperlihatkan.

‎”Saya sudah tegur lurah yang bersangkutan. Saya tegaskan tidak boleh mengaitkan PBB dengan jatah raskin, itu hak rakyat,” tegas Taufan Pawe, Jumat 22/4).

Taufan Pawe mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan kepala inspektorat untuk turun melakukan investigasi terkait persoalan yang mengaitkan antara persoalan perut dengan PBB.

“Saya sudah minta ke inspektorat untuk lakukan investigasi prilaku lurah itu,” aku Taufan.

Ironisnya lagi, saat lurah Watang Soreang datang ke rujab memenuhi panggilan Taufan namun justru membawa pengawal dari LSM. Saat ditanya soal adanya LSM yang bersamanya ke rujab, Lurah Wattang Soreang ini, mengakui kalau anggota LSM datang ke rujab bukan berarti mendampingi dirinya dalam kasus ini, tetapi dirinya memanggil LSM tersebut karena untuk ditemani ke rujab.

“Saya hanya diantar oleh anggota LSM, bukan dibawa ke rujab untuk membela diri saya,” dalihnya.

Taufan Pawe juga menyesalkan lurahnya membawa LSM ke rujab hanya masalah persoalan raskin tidak sesuai peruntukkanya yang dilakukan oleh bawahnya. “Itu sudah menjadi catatan saya, kenapa ada LSM dia bawah ke rujab,” kata Taufan.

Terkait klarifikasi atas tudingan menyandra raskin warganya, Lurah Watang Soreang,‎ Arifuddin, mengklarifikasi perihak tudingan terhadap dirinya oleh warganya sendiri. Menurut dia, ada unsur kesalapahaman antara pihaknya dengan warga yang ‎protes. Dia mengatakan, warga salah kaprah.

“Jadi, ini warga salah paham. Kami hanya ingatkan agar PBBnya diperhatikan pembayarannya. Nah, kebetulan pada saat itu warga ini mau mengambil raskinnya. Tidak ada itu tahan jatah mereka,” katanya.


div>