SELASA , 14 AGUSTUS 2018

13 Jaksa Bakal Tuntut Abu Tours

Reporter:

Irsal - Ramlan - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 11 April 2018 10:00
13 Jaksa Bakal Tuntut Abu Tours

Kantor Abu Tours. (ist)

– Lagi, Polda Tangani Kasus Penipuan Umrah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan tersangka bos travel Abu Tours, Abdul Hamzah Mamba. Sebuah tim yang beranggotakan 13 jaksa telah ditunjuk untuk meneliti berkas perkara tersebut.

Diketahui, bos travel Abu Tours, Abdul Hamzah Mamba, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan, penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Diperkirakan, uang jemaah yang telah dihabiskan Hamzah Mamba mencapai Rp 1,8 triliun.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, mengungkapkan, pihaknya telah menerima SPDP kasus tersebut dari Polda Sulsel. Sejak diterimanya SPDP tersebut, Kejati telah menunjuk beberapa orang tim jaksa peneliti, yang nantinya akan mempelajari serta meneliti berkas perkara tersebut.

“Kami sudah terima SPDPnya sejak tanggal 5 Maret, dan ada 13 orang tim jaksa yang telah ditunjuk untuk meneliti berkas perkara tersebut,” ungkapnya.

Sementara, ratusan jemaah umrah Abu Tours yang tidak kunjung diberangkatkan mengadukan nasibnya ke DPRD Sulsel, Selasa (10/4). Mereka meminta bantuan DPRD Sulsel untuk mendesak Abu Tours segera memberangkatkan mereka dan mengawasi proses hukum yang sedang berlangsung.

Salah seorang jemaah, Naing (70 tahun), mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 18 juta untuk berangkat umrah tahun 2017 lalu. Namun hingga bulan Maret 2018 sesuai yang dijadwalkan, ia belum juga diberangkatkan. “Uang itu saya kumpulkan susah payah,” tutur Naing.

Salah satu agen Abu Tours, Ernan Arfan, juga meminta kepada DPRD Sulsel agar aset-aset milik Abu Hamzah selalu CEO disita. Agar nanti, jika para jemaah tidak bisa diberangkatan, uang mereka dikembalikan.

“Tolong Pak dibantu, bagaimana solusi agar calon jemaah kami bisa berangkat pasca keluarnya SK pencabutan izin operasional PT Abu Tours. Kasihan mereka sudah susah payah menabung. Kami ini hanya bantu mereka. Kami juga minta Bapak untuk mengawasi proses hukum yang sedang berjalan. Awasi juga aset PT Abu Tours, jangan sampai ada yang disembunyikan,” terangnya.

Kadir Halid yang menerima para jemaah Abu Tours tersebut menyampaikan, mengatakan, Komisi E akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak, baik itu Kanwil Kementrian Agama Sulsel dan Polda Sulsel, untuk mengetahui sejauh mana prosesnya saat ini. Iapun meminta agar jemaah melaporkan ke Polda, jika mendapati ada aset Abu Tours yang belum disita.

Sebelumnya, Polda Sulsel terus mengejar aset lain milik tersangka Hamzah Mamba. “Polda masih memburu aset Abu Tours,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

 

Polda Tangani Kasus Serupa

Setelah Travel Abu Tours, kini giliran PT Global Inspira Indonesia yang harus berurusan dengan polisi. Travel yang beralamat di Jalan Tupai, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar ini juga diduga telah melakukan penipuan jemaah umrah.

“PT Global Inspira Indonesia telah melakukan penipuan terhadap lima ribu jemaah,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, saat menggelar konferensi pers di Mapolda Sulsel, Selasa (10/4).

Dicky menjelaskan, Polda Sulsel berhasil meringkus dan menetapkan dua tersangka yang merupakan pasangan suami istri. Kedua pasutri itu yakni Muh Edwin Djabbar dan Mahditiara Syafruddin alias Tiara bin Safruddin. Mereka merupakan pemilik dari Travel PT Global Inspira Indonesia. Berdasarkan keterangan dari kedua tersangka, mereka kerap bepergian ke luar negeri untuk berwisata.

“Mereka ini seperti First Travel yang suka bepergian ke luar negeri dengan menggunakan uang jemaah,” bebernya.

Sebelumnya, travel bodong ini melakukan perekrutan jemaah di PT Global dengan biaya berkisar Rp 7 juta sampai dengan Rp 24 juta. Kemudian, menjanjikan para jemaah berangkat bulan Maret 2017, namun tak kunjung diberangkatkan. Kemudian, pada saat hendak mengembalikan uang jemaah, pemilik travel bodong ini juga menipu jemaah dengan memberikan cek kosong. Selain itu, PT Global Inspira Indonesia tidak mengantongi izin operasional.

“PT Global Inspira Indonesia tidak dilengkapi dengan ijin dari Kementerian Agama untuk menghimpun dan atau merekrut jemaah haji dan umrah,” ungkap Dicky.

PT Global Inspira Indonesia didirikan pada bulan Nopember 2010 lalu. Awalnya, travel tersebut hanya bergerak dalam Tour Domestik atau Internasional. Namun setelah berjalan, travel tersebut juga membuka pelayanan ibadah umrah dan haji.

Kasus penipuan ini mulai terungkap, setelah adanya laporan polisi 12 Oktober 2017 lalu. Selanjutnya, anggota melakukan penyelidikan dan menetapkan keduanya sebagai tersangka.

“Mereka pemilik sekaligus Komisaris Utama PT Global Inspira Indonesia, Muh Edwin Djabbar dan Mahditiara Syafruddin alias Tiara bin Safruddin. Keduanya dijerat pasal 378 subs pasal 372 Jo pasal 55 ayat 1 dengan ancaman penjara empat tahun,” tegasnya. (*)

DAFTAR ASET ABU TOURS YANG DISITA

* Tiga unit rumah mewah di Makassar
* Satu unit rumah di Jakarta senilai Rp 5 miliar
* Dua unit apartemen di Makassar
* Empat ruko di kawasan pergudangan Makassar
* Satu bidang tanah di Makassar
* Enam unit mobil, terdiri dari Alphard, Brio, Avanza, Honda Accord, hingga mobil box
* Motor Triumph

* Diperkirakan total nilai aset yang disita Rp 200 miliar

 


div>