MINGGU , 27 MEI 2018

138 Gudang Dalam Kota Siap Dipindahkan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 18 Desember 2017 17:43
138 Gudang Dalam Kota Siap Dipindahkan

Aktivitas salah satu gudang dalam kota, khususnya di Pasar Toddopuli Makassar, belum lama ini. foto: dok rakyatsulsel,

* Enam Sudah Ditindak, 16 Dalam Pengawasan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar berjanji bakal mememindahkan 138 gudang ekspedisi di Makassar ke kawasan pergudangan di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Biringkanaya pada awal 2018 mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Penindakan, Disperindag Kota Makassar, Syahruddin mengatakan, ratusan gudang ekspedisi yang siap pindah itu merupakan anggota Himpunan Pengusaha Ekspedisi (Himpeksi) Makassar.

“Anggota Himpeksi ada 138, mereka sudah siap pindah awal tahun depan. Dia berjanji untuk pindah, sisa menunggu proses pembangunan gudangnya yang sudah hampir rampung,” kata Syahruddin, Minggu (17/12) kemarin.

Saat ini, kata dia, sementara dibangun 155 gudang di kompleks pergudangan ekspedisi dan kargo Makassar. Ia mengungkapkan gudang itu berada di tiga kecamatan yakni, Ujungtanah, Tallo dan Wajo. “Gudang itu dibangun oleh PT Mas Jaya Persada,” kata Syahruddin.

Lanjut Syahruddin, kawasan pergudangan yang disiapkan di Kapasa, bisa memuat hingga 500 gudang. “Lima hektare luasnya bisa sampai 500 gudang,” ucap Syahruddin.

Ia mengaku untuk menindak pengusaha gudang yang masih beroperasi di tengah kota tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Kita harus duduk bersama dulu karena kita masih beda persepsi soal definisi gudang. Misalnya di sepanjang Jl veteran, pengusaha bilang itu bukan gudang, tapi stokies, atau barangnya hanya disimpan satu minggu, ada yang bilang itu aktivitas gudang karena bongkar muat, kita mau tindaki mereka punya izin toko, jadi dilema,” beber Syahruddin

Dia mencontohkan, Toko Sentral Bangunan, Jl Veteran, mengaku memiliki gudang di Parangloe, olehnya itu dirinya ingin bersama instansi terkait duduk bersama sebelum turun kelapangan menindaki para pengusaha.

Data dari Disdag Makassar, sebanyak enam gudang telah dipindahkan tahun ini. Sementara toko yang diduga memiliki gudang sebanyak 16 masih dalam pengawasan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Muhammad Yasir mengaku sudah berusaha keras menghilangkan gudang dalam kota. Pihaknya akan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap keberadaan gudang dalam kota sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kita tetap minta partisipasi aktif dari masyarakat, ketika masih menemukan adanya aktivitas gudang dalam kota laporkan, dan kami upayakan permasalahan ini cepat tuntas,” ujar Yasir.

Ia menjelaskan ada berbagai tahapan sebelum menjatuhkan sanksi penutupan terhadap gudang yang masih beroperasi di dalam kota, seperti memberikan? peringatan pertama hingga ketiga.
Namun, jika teguran atau peringatan itu tidak diindahkan maka pihaknya bersama Satpol PP dan instansi terkait akan melakukan penyegelan terhadap gudang yang tidak menaati aturan yang pemerintah. Termasuk kata dia, aktivitas ekspedisi di kawasan perumahan elit. (*)


div>