SENIN , 20 NOVEMBER 2017

144,5 Km Lahan KA Trans Sulawesi Sudah Penlok

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

asharabdullah

Selasa , 14 November 2017 13:21
144,5 Km Lahan KA Trans Sulawesi Sudah Penlok

REL KERETA API. Suasana pengerjaan jalur kereta api Trans Sulawesi di Pekkae, Barru, Sulsel, beberapa waktu lalu. ASEP/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi Sulsel, dalam hal ini Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) Sulsel, telah menyelesaikan total Penetapan Lokasi (Penlok) lahan Kereta Api (KA) Trans Sulawesi sepanjang 144,5 kilo meter.

Hal itu, diakui Kepala Dinas PKP2, Andi Bakti Haruni, Senin (13/11). Menurutnya dari total lahan yang telah Penlok terbagi dalam beberapa tahap, sesuai perencanaan awal.

Lebih rinci, kata Bakti untuk tahap pertama Di kabupaten Barru sepanjang 30 km sudah selesai, hal yang sama pada tahap ke dua penghubung antara Barru – Parepare sepanjang 51,5 km juga telah diselesaikan.

“Selesai penloknya, sama juga tahap III, Pangkep – Maros sepanjang 63 Km sudah selesai dengan rincian pangkep 40.5 dan maros 22.5,” ujar Bakti.

Sementara untuk Barru ke arah pelabuhan Garongkong sepanjang 4.9 Km juga telah diselesaikan penetapan lokasinya. Pemprov harus mempercepat pembebasan lahan Kereta Api Trans Sulawesi agar pengerjaan tahap pertama bisa digenjot.

Diakui Andi Bakti bahwa penetapan lokasi (PenLok) pembebasan lahan masih ada sepanjang 1 km yang belum mendapatkan Penlok.

“Estimasi yang belum di PenLok-an itu satu kilo meter sebelum Pate’ne ke arah Makassar yang totalnya sepanjang kurang lebih 12,5 km,” kata Andi Bakti.

Untuk tahap selanjutnya, kata Bakti sudah menjadi kewenangan BPN. “Tim inilah yang akan bekerja, jadi satgas A dan B tugasnya mengidentifikasi, verifikasi dan menghitung lahan tersebut, untuk kemudian akan dikeluarkan daftar nominatif,” jelasnya.

Dalam daftar itu akan memuat nama pemilik lahan, besaran biayanya, serta nominal ganti rugi, termasuk tanaman yang tumbuh juga bakal diganti.

“Yang jelas SK penetapan ini sudah ada yang difasilitasi tahap III. Inilah yang menjadi dasar pelaksanaan oleh BPN dilapangan,” terangnya

Dengan selesainya, penetapan lahan Kereta Api Trans Sulawesi, untuk jalur Pangkep-Maros, kata Bakti, bisa lebih mempercepat proses pengerjaan. Tinggal menunggu perhitungan kemudian akan dibayarkan oleh instansi terkait.

“Yang sisanya itu akan masuk tahap IV, tetapi masih menunggu dulu untuk penetapan trase yang akan dilalui di Makassar. Sampai saat ini dokumennya itu belum masuk yang diajukan oleh perkeretaapian,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo melakukan uji coba pengoperasian rel dan inspeksi kereta api di Barru, pekan lalu. Ia menjamin tak ada lagi masalah yang akan menghambat pengerjaan termasuk masalah pembebasan lahan.

“Tidak ada masalah. Bupati Barru juga sudah menjamin itu. Kalau pun ada hanya masalaj teknis, pada dasanrnya semua masyarakat sudah mau. Hanya saja ada ahli waris yang kadang mempermasalahkan,” ujar Syahrul.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi juga menjamin panjang rel kereta api trans sulawesi akan diperpanjang. Targetnya, tahun depan sudah 40 km.

Pemerintah pusat sudah mengusulkan APBN 2018 sebesar Rp4 triliun untuk pengerjaan rel lanjutan sepanjang 40 km. Selanjutnya, pembiayaan dengan menggunakan APBN akan disetop. Pemerintah kemudian akan menawarkan kepada investor untuk melanjutkan pengerjaannya.

“Kita akan selesaikan dulu 40 kilometer dengan anggaran Rp4 triliun. Selesai itu, kita akan undang investor jadikan 100 kilometer, 140 kilometer dan seterusnya,” kata Budi dalam kunjungan kerjanya ke Makassar, baru-baru ini.

Sementara, PLT Bupati Barru, Suwardi Saleh, mengatakan untuk pembayaran lahan di wilayah Barru terdapat 7 titik lahan sudah dibebaskan namun terkendala pada lahan kuburan yang sedikit menghambat.

“Untuk pembebasan lahan kita ganti untung sekitar 7 titik cuma bersoal di kuburan, kurang lebih 800 kuburan di kelurahan Polewali ritiro,” ujarnya. (*)


div>