KAMIS , 18 OKTOBER 2018

146 Pendaftar Perebutkan Tujuh Kursi KPU

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Februari 2018 12:00
146 Pendaftar Perebutkan Tujuh Kursi KPU

Ilustrasi

– Empat Komisioner Kembali Ikut Seleksi

MAKAASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Seleksi (Timsel) resmi menutup pendaftaran calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Rabu (21/2). Jumlah pendaftar membludak, hingga 146 orang dari berbagai latar belakang. Mulai akademisi, profesional, aktivis, hingga pengusaha. Mereka akan memperebutkan tujuh kursi komisioner KPU.

“Pendaftaran telah ditutup. Jumlah peminat sangat banyak, 146 orang sesuai berkas yang kami saring,” kata Ketua Timsel Komisioner KPU Sulsel, Basti Tetteng.

Ia menjelaskan, 146 pendaftar tersebut dianggap telah memenuhi syarat sebagai calon. Kemudian, akan dilakukan seleksi selanjutnya pada tanggal 26 Februari mendatang.

“Proses seleksi sejak tanggal 13 lalu sampai tanggal 26. Nanti tanggal 27 penetapan dari 146 menjadi 60 orang, dan akan diumumkan tanggal 28 Februari,” ungkapnya.

Untuk menjaga independensi Timsel, kata Dosen Psikologi UNM ini, pihaknya akan membuka informasi bagi masyarakat umum untuk melaporkan langsung ke Sekretariat Timsel perihal calon yang dianggap punya rekam jejak hitam atau masalah hukum. Juga politisi yang sengaja mendaftar, masyarakat bisa melaporkan.

“Kami juga memeriksa berkas dulu. Memastikan laporan masyarakat agar mencegah calon titipan atau politisi. Ini semua pertimbangan,” terangnya.

Pada seleksi kali ini, lanjutnya, terdapat beberapa komisioner KPU kabupaten kota ikut mendaftar. Selain itu, terdapat empat komisioner KPU Sulsel yang ikut seleksi lagi.

“Ada empat komisioner KPU yang mendaftar. Yakni Pak Khairul Mannan, Faisal Amir, Misna Attas, dan Mardiana Rusli,” bebernya.

Kendati demikian, Basti Tetteng menegaskan, Timsel tak mengenal calon baru atau lama. Pihaknya bekerja profesional sesuai tuntutan publik, serta sumpah yang diikrar saat dilantik.

“Tak ada prioritas, semua punya peluang. Apalagi kita nilai integritas, independensi, serta kemampuan kerja secara maksimal,” pungkasnya.

Terpisah, Pakar Politik UIN Alaudin Makassar, Syarifudin Jurdi, mengatakan, potensi adanya calon komisioner titipan atau yang dikaitkan dengan kandidat tertentu (atau penguasa) sangat terbuka. Timsel diharapkan dapat menjaga independesi dan menghasilkan komisioner yang steril dari pengaruh kekuatan politik atau calon tertentu.

“Apabila Timsel gagal melakukan seleksi terhadap komisioner KPU, tentu akan sangat berpengaruh bagi proses Pilkada, Pileg dan Pilpres,” ujarnya. (*)

 


div>