SENIN , 11 DESEMBER 2017

15 Cakada Galang Koalisi Rakyat

Reporter:

Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 24 November 2017 10:56
15 Cakada Galang Koalisi Rakyat

Dok. RakyatSulsel

*Partai Tak Kunjung Terbitkan Rekomendasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jalur independen diretas sedikitnya oleh 15 kandidat Calon Kepala Daerah (Cakada). Interaksi langsung bersama pemilih, menjadi daya pikat tambahan jalur perseorangan di tengah tarik ulur kejelasan mandat parpol.

Persiapan jalur perseorangan muncul di sembilan daerah, dari 12 kabupaten/kota yang dijadwalkan melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Antara lain Makassar, Parepare, Sidrap, Pinrang, Palopo, Bantaeng, Bone, Jeneponto dan Luwu. Dua pilkada lainnya yakni Sinjai dan Enrekang.

Menariknya, harapan melaju melalui dukungan koalisi rakyat tersebut melibatkan sejumlah kandidat cakada yang merupakan elite-elite parpol. Empat diantaranya terdata sebagai petinggi Partai Golkar, serta masing-masing satu figur asal PPP, PAN dan PDIP.

Pilkada Bantaeng memunculkan tiga bakal calon bupati yang terpotret menggalang dukungan kopian Kartu Tanda Penduduk (KTP). Salah satunya adalah Jabal Nur, yang merupakan politisi Partai Golkar.

Di Makassar, jalur independen disiapkan petahana Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, yang berpasangan dengan politisi NasDem Indira Mulyasari Paramastuti. Sementara di Sidrap memunculan Ketua DPC PAN Ihsan Hamid, dan elite Golkar Dollah Mando.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Parepare yang juga Wakil Bendahara Golkar Sulsel, Taqyuddin Jabbar, juga diprediksi melaju di jalur independen. Hal sama berlaku untuk Haidir Basir di Pilkada Palopo.

Sejumlah kandidat cakada independen yang dihubungi terpisah, optimistis lolos ditetapkan sebagai pasangan calon. Itu karena jumlah dukungan masyarakat yang dihimpun, rata-rata melewati ambang batas minimal yang dipersyaratkan.

Dukungan luar biasa diraih Andi Ikhsan Hamid, Ketua DPC PAN Sidrap, yang memastikan berpasangan dengan Riski Djabir. “Sudah 150 ribu masyarakat pemilih yang memberikan KTP disertai kesiapan tak bakal menarik dukungannya,” ujar Ikhsan.
Persiapan tergolong aman menempatkan Taqyuddin Jabbar untuk Pilkada Parepare.

Peraih suara terbanyak kedua Pilkada Parepare 2013 itu menyatakan telah mengumpulkan fotokopi KTP pemilih hingga 15 ribu atau melampaui syarat 8 persen.

Wakil Bupati Sidrap, Dollah Mando, juga telah mempersiapkan hal tersebut, dengan mengumpulkan sedikitnya 32 ribu KTP dukungan untuk dilakukan pendaftaran ke KPU pada tanggal 25 November mendatang. “Kita sudah siap untuk mendaftar,” kata Juru Bicara Dollah Mando, Syamsul Bahri.

Menanggapi adanya kader Golkar yang akan ikut bertarung di pilkada melalui jalur perseorangan, Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid, mengatakan, partainya sudah mengeluarkan rekomendasi untuk kandidat yang akan diusung. Ia mengaku tidak akan mempersoalkan, namun ada ketentuan di internal Golkar.

“Golkar kan sudah umumkan calon di semua daerah, jika ada maju lewat jalur independen harus juga perhatikan ketentuan yang berlaku di Golkar,” tegasnya.

Sementara, Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan, mengatakan, bakal calon yang belum pasti aman mendapatkan usungan partai politik, memang harus menentukan sikap sejak dini.

“Saya pikir memang harus segera menentukan sikap untuk jalur independennya, karena ini sudah dibuka pendaftarannya. Jadi saya pikir sebelum berakhir, karena memang mendapat dukungan partai disertai dengan kepentingan ketidakjelasan,” ungkap Aswar Hasan.

Dia mengatakan, keputusan ini memang harus dipertimbangkan matang-matang. Karena waktu pendaftaran independen terbatas, sementara dukungan partai politik juga belum jelas.

“Memang harus ada sikap dalam satu dua hari ini bagi kandidat yang mau maju lewat jalur independen. Kalau sudah beres independen, terus partai juga ada yang mau, itu tidak apa-apa. Nanti diposisikan sebagai pendukung. Yang jadi masalah, kalau dia berharap partai, dan tidak cukup atau tidak keluar surat keputusan, itu yang jadi masalah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani, mengungkapkan, jalur independen atau perseorangan adalah alternatif lain yang bisa dipilih kandidat untuk mencalonkan diri di pilkada serentak. Jalur ini adalah bukti kemudahan kesempatan dari regulasi yang sudah ditetapkan, untuk membuka peluang bagi semua orang dari seluruh lapisan masyarakat yang ingin berpartisipasi.

“Jalur independen bebas dari transaksi politik partai yang ribet dan berliku-liku. Jalur independen identik dengan keterwakilan langsung masyarakat, karena biasanya pasangan dimunculkan oleh kelompok-kelompok masyarakat yang bersatu untuk mendukung calon,” terangnya.

Kata Iin, jika berhasil terpilih, para calon dari jalur independen ini lebih merdeka untuk menjalankan kebijakan politik dan pemerintahannya. Karena bebas dari perjanjian politik dengan partai manapun, kecuali komitmennya kepada masyarakat yang memilihnya. (*)

 


div>