RABU , 19 DESEMBER 2018

15 Jaksa “Keroyok” Bos Abu Tours

Reporter:

Lukman

Editor:

Selasa , 31 Juli 2018 10:45
15 Jaksa “Keroyok” Bos Abu Tours

Kantor Abu Tours. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar menyiapkan 15 Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengawal kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di pengadilan yang melibatkan bos Abu Tours, Hamzah Mamba sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Dicky Rahardjo mengatakan, saat ini 15 JPU tengah menyusun berkas dakwaan sebelum tersangka dilimpahkan ke pengadilan.

“15 jaksa itu masing-masing dari Kejari Makassar dan Kejati Sulsel,” ucap Dicky Rahardjo, Senin (30/7).

Namun, Dicky belum mengetahui rincian dakwaan yang tengah disusun oleh jaksa kepada Hamzah Mamba. Ia juga enggan membeberkan kapan tepatnya Hamzah Mamba dilimpahkan ke pengadilan. Menurutnya, proses pelimpahan ini menunggu proses rampungnya berkas dakwaan oleh jaksa penuntut umum. “Yang jelas secepatnya,” imbuhnya.

Senada dengan Dicky, Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahudddin mengungkapkan, proses pelimpahan Hamzah Mamba tergantung penyelesaian berkas dakwaan jaksa. Yang jelas, selama pelimpahan tahap dua ini, Hamzah Mamba akan mendekam selama dua puluh hari di Rutan Makassar.

“Minimal dua puluh hari. Kalau jaksa belum menyelesaikan dakwaan dalam dua puluh hari (dimulai tanggal 20 Juli), biasanya masa tahanannya ditambah 20 hari lagi. Tergantung penyelesaian dakwaan jaksa,” kata Salahuddin.

Sekadar diketahui, Hamzah Mamba jadi tersangka karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang milik 86.720 calon jemaah yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, dengan nilai kerugian Rp 1,8 triliun.

Perbuatan Hamzah dinyatakan melanggar pasal 45 ayat (1) junto pasal 64 ayat (2) UU Penyelenggaraan Haji Subsider Pasal 372 dan 378 junto pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 3, 3, 5 UU Tindak Pencucian Uang.

Dalam kasus ini, penyidik Polda juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Masing-masing istri CEO Abu Tour, Hamzah Mamba, Nursyahria, Komisaris Utama PT Abu Tours Khairuddin dan mantan Manajer Keuangan Abu Tours, M Kasim.

Adapun peran Nursyahria dalam pendistribusian dana ke rekening milik pribadinya merupakan dana para jemaah. Dana itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi. Selain itu, peran tersangka dalam mendistribusikan dana yang digunakan untuk keperluan pribadinya. Juga ditemukan aliran dana lainnya.

Tersangka dijerat Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta Pasal 45 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Adapun ancaman hukuman yang disangkakan kepada tersangka adalah pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 10 miliar. (*)


div>