SELASA , 11 DESEMBER 2018

15 Tahun, Erna Rasyid Taufan Bina Religiusitas Pemulung di TPA

Reporter:

Editor:

Niar

Senin , 13 Agustus 2018 10:40
15 Tahun, Erna Rasyid Taufan Bina Religiusitas Pemulung di TPA

int

Laporan: Rahmaniar

BANYAK Konglomerat dermawan, namun sangat sedikit dari mereka yang istiqamah menjalaninya, terlebih memberi tanpa pamrih, tanpa didasari kepentingan. Satu di antaranya adalah Hj Erna Rasyid Taufan SE MPd.

Tepatnya 2005 silam, Hj Erna Rasyid Taufan belum menyandang status sebagai Istri Wali Kota Parepare. Statusnya masih sebatas istri seorang advokat ternama di Kota Makassar. Ibu rumah tangga muslimah dari tiga orang anak.

Didasari kepedulian sosial, empati kepada sesama, Erna Rasyid Taufan berinisiatif mendirikan sebuah Komunitas yang disebutnya Komunitas Muslimah One-one. Mengapa One-one, jawabnya sebagai bentuk tauhid. Tuhan itu Satu, Allah Ta’ala.

Sebagai Pendiri dan Ketua, Erna Rasyid Taufan gencar mengaktifkan komunitas tersebut dengan berbagai program kegiatan. Salah satunya, membentuk pendidikan alquran bagi para pemulung di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang rata-rata mengalami buta aksara al-quran. Dua tahun pertama, program ini berjalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau tempat pembuangan sampah Jipang, Makassar, lalu tujuh tahun terakhir hingga kini di TPA Hertasning, Jalan Bukit Raya.

Erna, sapaan Dai’ah ini mengoptimalkan program tersebut dengan merekrut delapan orang guru mengaji yang berstatus janda dari kalangan bawah. Secara tidak langsung, para janda tersebut mendapat penghasilan setiap bulan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Dari puluhan, hingga berjumlah ratusan orang anak pemulung kini mengenyam pendidikan alquran gratis di lokasi TPA. Tak hanya anak, namun orangtua juga ikut belajar alquran.

Erna terus berupaya menghidupkan komunitas itu dengan mencari donatur tetap, namun tak semudah yang dia bayangkan. Kendati demikian, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap memberikan pendidikan agama lewat baca tulis alquran bagi anak pemulung, dengan cara menginfakkan keuntungan bisnis butiknya setiap bulan untuk membiayai honor delapan guru mengaji tersebut sejak 15 tahun lalu hingga kini.

Meskipun dengan seabrek rutinitasnya saat ini sebagai Istri Wali Kota, dengan puluhan organisasi yang dibinanya, seperti menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, FKPPI, Majelis Anak Saleh, APPMI (Aasosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia), pengurus Asosiasi Muslimah Pengusaha, Pembina Yayasan TP Centre, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), penasihat muslimah KPPSI (Komite Perjuangan Penegak Syarat Islam), dan sejumlah aktivitas lainnya sebagai Penulis Buku dan Pendakwah, namun Erna Rasyid Taufan tak pernah luput mengunjungi para pemulung tersebut untuk memastikan kelangsungan program mengaji itu berjalan.

Bahkan salah seorang pemulung, yang mengaku anaknya ikut mengaji dalam program tersebut mengaku bersyukur hadirnya sosok pribadi seperti Erna Rasyid Taufan.

“Syukur Alhamdulillah nak, anak-anak kami bisa mengaji gratis. Dulu kasian itu tidak bisaki kasi mengaji di mesjid karena bayar. Kalau di sini, Ibu Erna yang bayar guru mengaji, jadi gratiski. Kami juga orangtua ikut tommi belajar mengaji,” ungkap Sina, sembari menggendong bayinya saat menyambut kedatangan Erna Rasyid Taufan di TPA Hertasning, Kelurahan Kessi-kessi, Kecamatan Rappocini, Minggu, (12/8/2018).

“Sudah 15 tahunmi nak Ibu Erna bentuk mengaji begini. Belumpi jadi Istri Wali Kota. Dulu dua tahun di Jipang tapi karena pindah TPA jadi selebihnya di sinu ,” lanjut Sina dibenarkan Ketua guru mengaji, Minah Tang.

“Kami sangat berterima kasih Ibu Erna memfasilitasi kami mewakafkan diri jadi guru ngaji anak pemulung. Dan beliau yang bayarkan gaji kami setiap bulan. Ibu Erna sangat mulia, kami bangga ada orang kaya sebaik dia. Apalagi tidak putus pemberiannya. Beliau sering datang kasi sembako sama kami dan pemulung di sini, bagikan sedekah. Sangat baik orangnya. Semoga selalu sehat dan dimudahkan urusannya,” doa Minah Tang, salah seorang guru mengaji yang dituakan dalam komunitas itu.

Kehadiran Erna Rasyid Taufan di lokasi TPA disambut tepuk tangan warga yang asyik menggendong bayinya. Tak hanya orangtua, namun anak-anak yang sedang mengaji, sontak bertepuk tangan saat melihat Erna datang. Tak sungkan mereka pun berteriak memanggil dengan sebutan Ibu Erna. Erna yang ramah menyalami warga dan membagikan coklat kepada anak-anak usai menghafalkan surah-surah pendek.

Ditanya soal itu, Erna menjawab, “Karena Allah. Saya tidak ada kepentingan. Hati saya terketuk untuk membentuk komunitas ini. Kalau saya pusing, saya ke sini (TPA, red) langsung berhentika pusing karena terhiburka dengan anak-anak, lucu-lucu, ” aku Erna Rasyid Taufan dengan senyum khasnya, Ketua Forum Kajian Cinta Alquran Parepare ini. (*)


div>