SABTU , 17 NOVEMBER 2018

16 Juli, Kloter Pertama CJH Masuk Asrama

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 13 Juli 2018 09:29
16 Juli, Kloter Pertama CJH Masuk Asrama

Ilustrasi. Foto: JPNN

– Hari Ini, Apel Kesiapan Seluruh Petugas

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH)Embarkasi Makassar mulai dipersiapkan. Menurut rencana, kelompok terbang (kloter) pertama sudah akan masuk asrama pada 16 Juli pekan depan.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Iskandar Fellang, mengatakan, sesuai rapat koordinasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, maka panita Asrama Haji sudah 100 persen siap menerima CJH dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel dan dari seluruh provinsi yang masuk di Embarkasi Makassar. Maka demi melancarkan setiap tahapan atau proses keberangkatan para tamu Allah, pihaknya mengundang seluruh Kepala Kantor Kemenag se-Sulsel, Kabag Kesra se-Sulsel, serta stakeholder terkait dari tujuh provinsi yang CJH-nya masuk dalam Embarkasi Makassar.

“Besok, (hari ini, red) dilakukan apel besar untuk memastikan kesiapan tersebut, rencananya akan dihadiri Pak Gubernur (Penjabar/Pj Gubernur Sulsel),” kata Iskandar, Kamis (12/7) kemarin.

Iskandar menjelaska, selain itu, jadwal pemberangkatan setiap kloter sudah disosialisasikan semua ke daerah. “Jadi daerah sudah siap semua untuk memberangkatkan jemaahnya,” kata Iskandar.

Khusus untuk Embarkasi Makassar, total terdapat 35 kloter. Dalam sehari maksimal ada dua kloter yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci, tergantung jadwal penerbangan maskapai yang digunakan. Katering juga sudah siap, sudah ditender.

“Pemenangnya sudah ada katanya tapi saya belum tahu siapa pemenangnya. Untuk sajian makanannya kita sesuaikan dengan selera lokal saja,” katanya.

Sesuai evaluasi tahun lalu, otomatis kekurangan yang terjadi akan disempurnakan. Penerimaan jamaah dari daerah, termasuk Kota Makassar dan tujuh provinsi yang masuk di embarkasi Makassar akan dilakukan di Masjid Kubah Asrama Haji Sudiang. “Alasannya, karena aula Asrama Haji sementara dibongkar. Akan diperbaiki,” tuturnya.

Sementara, kesiapan pendamping atau Petugas Keloter juga telah ditetapkan, yakni sebanyak lima orang petugas setiap kloter, terdiri dari satu ketua kloter, satu pembimbing ibadah, satu dokter, dan dua perawat.

Selain itu, tahun ini, perekaman biometri, berupa rekam sidik jari dan dokumen penting lain untuk jemaah haji, sudah tidak lagi dilakukan di Arab Saudi. Semua akan dilaksanakan di tanah air. Jemaah nanti tinggal stempel paspor di negara tersebut.

“Jadi tahun ini ada perekaman biometrik bagi seluruh jamaah supaya nanti di Arab Saudi tidak ada lagi kegiatan itu di Imigrasi sana. Tujuannya untuk memperlancar jamaah nanti di bandara, baik di Mekkah maupun di Madinah. Jamaah nanti tinggal stempel paspor baru selesai. Ndak adami perekaman biometrik di Arab Saudi,” jelasnya.

Khusus di Sulsel, total jumlah CJH yang akan menunaikan ibadah haji yakni sebanyak 7.296 orang, dengan ketentuan Kota Makassar besar sebanyak 1.144 orang. (*)


div>