SELASA , 11 DESEMBER 2018

17 Dokter Spesialis RSUD Bantaeng Ancam Mundur, Ini Alasannya

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Senin , 16 Juli 2018 19:40
17 Dokter Spesialis RSUD Bantaeng Ancam Mundur, Ini Alasannya

Dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng menyatakan siap mundur.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 17 Dokter spesialis menyatakan siap mundur dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng, apabila dalam waktu dua hari gaji mereka tidak kunjung dibayarkan seperti dikatakan oleh Direktur RSUD Bantaeng, dr Sultan.

“Dalam waktu dua hari saya akan bayarkan gaji tenaga kesehatan dengan cara apapun,” jelas dr. Sultan saat hearing di ruang rapat DPRD Bantaeng, Jalan A. Mannapiang, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Senin (16/7).

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Nur Ainun Rani menegaskan bila dalam waktu dua hari kemudian gajinya belum dibayarkan maka dirinya dan 16 orang dokter spesialis lainnya siap mundur dari RSUD Bantaeng.

“Setelah dua hari apabila belum dibayarkan maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar, dan apabila belum dibayarkan lagi maka kami yang kebanyakan orang dari luar Bantaeng siap keluar dari RSUD Bantaeng. Itu karena kami tidak mau dibayar,” jelas dia.

Bagi dia, pekerjaan di rumah sakit membutuhkan profesi atau keahlian khusus dan termasuk dalam kategori pekerjaan beresiko tinggi, jadi memiliki hak yang sama dalam hal penerimaan TPP.

17 dokter spesialis yang menuntut akan mundur diantaranya Spesialis Anak Isnawaty Nur, Spesialis Penyakit Dalam Almudai, Spesialis Saraf Ibramsyah, Spesialis Gizi Klinik Nur Ainun Rani, Spesialis THT Samsihar.

Spesialis Bedah M Rivai, Spesialis Bedah A Baso, Spesialis Bedah Tumor Patta Tojek, Spesialis Obgin Indirawati Nasrun, Spesialis Penyakit Dalam Saharuddin, Spesialis Patologi Klinik Riesti Ekasanti.

Spesialis Radiologi Makmun, Spesialis Kulit Kelamin Ade Indrayani, Spesialis Jiwa Iman S, Spesialis Anastesi Reskita, Spesialis Mata Hendra, Spesialis Obgin Yusri. (*)


div>