KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

17 Proyek Pemprov Melenceng dari Target

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Kamis , 28 Desember 2017 13:10
17 Proyek Pemprov Melenceng dari Target

Ilustrasi. foto: net

* Stadion Barombong Molor Hingga Januari

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perampungan sejumlah proyek Pemerintah Provinsi Sulsel terancam molor. Sebelumnya, cuma proyek stadion Barombong yang dinyatakan harus molor hingga Januari. Namun belakangan, 16 proyek lainnya juga belum mendapatkan kejelasan.

Dari 17 proyek pemprov yang mendapat tekanan harus rampung pada 31 Desember, hingga kini belum ada yang memasukkan laporan capaian target. Dicurigai proyek tersebut juga ikut molor.

Menyusul surat resmi dengan nomor 800/8519/Biro-P-PBJ oleh Sekertaris Daerah (Sekda) melalui Biro Pembangunan, 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditarget rampung hingga 31 Desember itu belum ada yang memberikan kejelasan resmi berupa surat balasan.

“Sampai saat ini belum ada balasan surat sampai ke kita terhadap laporan capaian progres dari beberapa proyek itu,” ungkap Kepala Sub Bagian pada Biro Pembangunan Sulsel, Taufik, Rabu (27/12) kemarin.

Kata Taufik, surat yang dilayangkan kepada 17 OPD tersebut dikeluarkan sejak 14 Desember 2017. “Surat itu sekadar menegaskan bahwa proyeknya harus diselesaikan sebelum Januari,” ujarnya.

Sebelumnya Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel mengeluarkan surat balasan yang meminta masa tenggang terhadap proyek Stadion Barombong hingga Januari nanti.

“Seharusnya memang data lengkapnya ada pada masing-masing OPD yang bersangkutan,” lanjut Taufik.

Selain Stadion Barombong, sejumlah proyek pemprov juga masih kurang jelas. Masjid 1000 Kuba misalnya. Masjid megah yang berdiri di kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) ini masih ditarget rampung hingga 31 Desember.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulsel, Andi Darmawan Bintang membenarkan jika proyek yang dianggarkan sebesar Rp58,8 miliar itu harus ikut molor hingga satu bulan.

Menurut Wawan, sapaan Andi Darmawan Bintang, molornya proyek itu karena terkendala teknis di lapangan.

Pada prinsipnya, kata Wawan pihaknya sudah melakukan re-scedule terhadap keterlambatan akibat masalah teknis itu. “Sehingga sampai sekarang kita melakukan proyeksi selesai dari anggaran yang tersedia itu sekitar 85 persen,” ujarnya.

Selain Stadion Barombong dan Masjid 99 Kuba, catatan daftar kegiatan yang menjadi fokus perhatian pemerintah diantaranya, Dinas Peternakan dengan kegiatan pembangunan gedung A dan C Dinas Peternakan Sulsel, Kepala UPTD Transfusi Darah Provinsi Sulsel dengan kegiatan pembangunan Gedung transfusi darah.

Lalu Direktur RSUD Haji dengan kegiatan pembangunan/rehab gedung pelayanan terpadu farmasi, Lab dan gedung radiologi, Rehab Gedung Terpadu PONEK, NUCI, PICU dll pada RS Haji. Selain itu, lanjutan pembangunan gedung poliklinik lantai dua dan pembangunan gedung rekam medik RSUD Haji juga ditarget hingga 31 Desember tahun ini.

OPD lain yang mendapat peringatan target yakni UPTD Pusat Pelayanan Gigi dan Mulut dengan jenis kegiatan pengadaan bangunan gedung bedah mulut, UPTD RS Labuang Baji dengan kegiatan rehab gedung penunjang, gedung perawatan umum dan anak dan gedung perkantoran RS Labuang Baji.

Selanjutnya Pembangunan UPTD Balai Pelayanan Kesehatan oleh UPTD Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulsel, pengadaan konstruksi bangunan instalasi pengelolaan air limbah dan pengadaan tegap renovasi gedung oleh RSUD Ibu dan Anak Sitti Fatimah, rehab berat gedung kesehatan kulit, kelamin dan kecantikan UPT Balai Kesehatan Kulit dan Kelamin Sulsel. (*)


div>