SENIN , 20 AGUSTUS 2018

170 Penyuluh PNS Kristen Se-Indonesia Kumpul di Makassar

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 19 April 2016 12:58

CITIZEN REPORTER – Untuk kedua kalinya, Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI kembali menjadikan Sulsel sebagai tempat kegiatan yang berskala nasional. Pemilihan Kota Makassar sebagai lokasi kegiatan bukan tidak beralasan, karena Makassar dianggap sebagai wilayah strategis, sebab berada di pertengahan negara Indonesia. Dengan demikian, akses dari seluruh wilayah di Indonesia menjadi sangat mudah.

Demikian salah satu alasan yang diungkapkan oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Oditha R Hutabarat, saat membuka secara resmi kegiatan
Konsultasi Penyuluh Agama Kristen PNS se-Indonesia di Hotel Grand Wisata Makassar, Senin (18/4).

Dikatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan konsultasi ini adalah
selain untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan para
penyuluh agama kristen dalam mengembang tugas dan tanggungjawab
pelayanannya sebagai penyuluh, juga menciptakan pemahaman yang sama dalam bentuk adanya suatu acuan/pedoman kerja bagi penyuluh agama kristen di lapangan atau di daerah penyuluhannya.

Lebih lanjut, Oditha kembali mempertegas bahwa fungsi penyuluh itu
disamping sebagai tenaga edukatif di masyarakat/umat, penyuluh juga
berfungsi sebagai konsultatif, advokatif dan fasilitatif. Dari sinilah
kemudian seorang penyuluh harus berperan ganda sebagai pendidik, pemimpin, pelayan dan transformator bagi umat. “Makanya seorang penyuluh harus menginternalisasikan nilai-nilai positif yang diberikan kepada umat kepada dirinya dulu, karena yg dibutuhkan umat adalah keteladanan, bukan sekedar khutbah,” tegasnya.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Sulsel Drs H Abd Wahid Thahir MAg selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI yang telah memberikan kepercayaan kepada Sulsel untuk menjadi lokasi kegiatan yang berskala Nasionalnya, Kakanwil berharap dari Kota Makassar inilah akan lahir sebuah konsep atau gagasan brillian bagi tugas kepenyuluhan di internak agama kristen khususnya, karena salah satu tugas berat seorang penyuluh agama apapun adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat dan umat kita dalam menyikapi suatu perubahan dan suatu masalah.

Terlebih lagi ketika melihat fenomena sosial yang berkembang di negara
kita saat ini sungguh sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan dari sisi moral, seperti masalah narkoba, pergaulan bebas, pornografi, kenakalan remaja, terorisme, intoleransi dan sebagainya.

“Kesemua masalah tersebut sangat mengancam sendi-sendi sosial masyarakat dan negara kita. Olehnya itu, diharapkan sentuhan tangan dingin dan kasih dari kita di Kementerian Agama khususnya penyuluh, dalam membantu masyarakat dan generasi kita keluar dan menghindari masalah tersebut demi masa depan dan keberlangsungan bangsa kita,” harap Kakanwil.

Rencananya, kegiatan Konsultasi Nasional Penyuluh Agama Kristen PNS yang menghadirkan peserta dari sabang sampai merauke ini akan berlangsung selama 3 hari yakni mulai tanggal 18 sampai 20 April 2016, dengan menghadrkan sejumlah pemateri dan narasumber yang kualifaid di bidang penyuluhan khususnya Kristen.

Penulis: Mawardy Siradj SAg (Pelaksana Subbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sulsel)


div>