KAMIS , 13 DESEMBER 2018

19.165 Warga Bantaeng Terancam Kehilangan Hak Pilih

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

asharabdullah

Selasa , 20 Maret 2018 15:30
19.165 Warga Bantaeng Terancam Kehilangan Hak Pilih

Kepala Disdukcapil, Andi Amri Pakkanna saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Andi Mannappian (20/3). Foto: jejeth/RakyatSulsel

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantaeng mengeluhkan utang biaya penyediaan tinta blanko selama tahun 2018 yang mencapai Rp400 juta rupiah yang hingga saat ini belum dibayar pada perusahaan penyedia tinta.

“Selama tahun 2018, pinjaman kita pada perusahaan penyedia tinta kartu tanda penduduk (e-KTP) mencapai Rp400 juta,” kata Kepala Disdukcapil, Andi Amri Pakkanna saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Andi Mannappian , Selasa (20/3).

Amri menjelaskan, hal tersebut disebabkan karena Badan Pengeloaan Keuangan Daerah (BPKD) sampai saat ini belum mencairkan anggaran.

“Selama memasuki bulan Januari hingga Maret Disdukcapil belum sama sekali diberikan dana untuk pembeli tinta e-KTP,” tuturnya.

Dia menambahkan, ia terpaksa meminjam ke perusahaan tinta sebesar Rp400 juta rupiah,  karena akan digunakan untuk mencetak e-KTP sebanyak 19.165 keping dengan rentan waktu yang singkat yakni hanya dua bulan bahkan print yang digunakan hanya satu unit.

“Jumlah warga Bantaeng yang belum memiliki e-KTP sebanyak 19.165, sedangkan print yang kami miliki hanya satu dan itupun sudah mulai rusak,” jelasnya. (*)


div>