RABU , 19 SEPTEMBER 2018

19 Jam Hilang, Jumiati Ditemukan Tewas

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 08 Mei 2017 11:40
19 Jam Hilang, Jumiati Ditemukan Tewas

int

 MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM -Insiden terbaliknya kelotok di muara Desa Ganefo, Kecamatan Seranau merenggut korban jiwa. Korban tenggelam itu bernama Jumiati (50). Dia ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Jenazah wanita ini mengapung tak jauh dari lokasi tenggelam, Minggu (7/5) sekitar pukul 10.45 WIB atau 19 jam setelah kejadian. Warga Jalan Ir H Juanda Gang Damai, Desa Pelangsian dilaporkan hilang tenggelam sejak Sabtu (6/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bermula ketika kelotok yang ditumpangi bersama suaminya Ermansyah (48) terbalik akibat terhembas ombak dari Tugboat. Tim pencari yang melibatkan Basarnas, polisi air bersama warga yang juga penyelam tradisional melakukan evakuasi dengan menggunakan mobil Palang Merah Indonesia (PMI) ke rumah duka. Isak tangis pun mewarnai kedatangan jenazah korban.

Kasat Pol Air Polres Kotim AKP Andreas Alex Dananta mengatakan, pencarian yang dilanjutkan pada hari kejadian memang tidak membuahkan hasil. Upaya itu pun kembali dilanjutkan kemarin pagi dengan mengandalkan penyelam tradisional.

Beberapa warga lainnya bersama petugas juga melakukan penyisiran, baik di lanting-lanting hingga menuju mengikuti arus sungai. Namun sekitar pukul 10.45 WIB, jenazah korban justru ditemukan mengapung. “Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian,” kata Andreas.

Sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, kepolisian lebih dulu melakukan visum di puskesmas terdekat. “Untuk mengetahui apakah ada penyebab lain,” ujarnya.

Terkait insiden ini, Andreas kembali mengingatkan masyarakat bantaran Sungai Mentaya untuk berhati-hati. Apalagi dengan kondisi air sungai sedang mengalami pasang. Imbauan tersebut untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa terulang lagi. “Kami minta warga agar tetap waspada dan berhati-hati saat menumpangi kelotok,” pungkasnya.  [NEXT-RASUL]

Dalam pemberitaan sebelumnya, Hermansyah dan Jumiati diketahui baru pulang dari kebun. Dalam perjalanan menggunakan kelotok, sebuah tugboat tiba-tiba melintas. Entah bagaimana persisnya, kelotok yang ditumpangi pasangan suami istri tersebut malah tidak kuat menahan gelombang atau ombak dari tugboat.

Kelotok yang ditumpangi pun terbalik dan karam. Warga yang berada di dekat lokasi hanya sempat memberikan pertolongan kepada Hermansyah. Sedangkan korban diduga terseret arus sungai yang saat itu kondisinya sedang pasang.

Usai membantu dan menolong Hermansyah, warga sudah tidak sempat membantu Jumiati yang saat langsung menghilang terbawa arus sungai.


div>