SELASA , 21 AGUSTUS 2018

2.500 Personel Bersenjata Lengkap Siapkan Pengawalan

Reporter:

Ramlan Makkaratang

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 28 Juli 2018 09:00
2.500 Personel Bersenjata Lengkap Siapkan Pengawalan

Ilustrasi obor Sea Games. (int)

– Obor Api Asian Games ke Bira

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel akan dikerahkan untuk mengawal parade obor (torch relay) Asian Games 2018 selama dua hari di Sulsel. Sedikitnya ribuan personel Polda Sulsel diterjunkan demi kelancaran proses even internasional ini.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan, sedikitnya 2.500 personel akan mengawal kedatangan obor api Asian Games di Kota Makassar hingga ke Kabupaten Bulukumba.

“Polda Sulsel bersama Polrestabes Makassar akan menerjunkan 2.500 personel dalam mengawal parade obor api Asian Games,” terangnya, Jumat (27/7) kemarin.

Dicky menerangkan, obor api Asian Games tersebut akan berada di Sulsel selama dua hari kedepan. Dimana obor Asian Games itu, nantinya akan dibawa ke Pantai Bira, Kabupaten Bulukumba kemudian akan kembali ke Makassar, besok, Minggu (29/7).

“Obor api itu datang ke Makassar, kemudian dibawa ke Bulukumba lalu ke kembali lagi ke Makassar. Dan keesokan harinya baru diberangkatkan ke Kalimantan Timur (Kaltim),” ujarnya.

Dicky mengatakan, selain itu, selama obor api tersebut dibawa, anggota akan melakukan pengawalan melekat dan dilengkapi dengan senjata lengkap.

“Anggota akan melakukan pengamanan melekat,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba akan menyiapkan tiga buah Kapal Phinisi yang akan mengantar rombongan torch relay Asian Games ke-18 ini. Selain itu, Phinisi akan dikawal dengan 45 kapal lainnya yang berbobot 25 sampai 45 GT.

“Jumlah 45 kapal itu merupakan simbol dari jumlah negara peserta Asian Games. Setiap kapal akan dihias dan menampilkan bendera masing-masing negara,” ungkap Ali Saleng, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba pada rapat persiapan torch relay di ruang Rapat Bupati Bulukumba, Rabu (18/7) lalu.

Asian Games tahun 2018 ini adalah yang kedua kalinya dilaksanakan di Indonesia, setelah sebelumnya juga menjadi tuan rumah pada 53 tahun silam, tepatnya tahun 1962 ketika Soekarno masih Presiden RI. (*)


div>