KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

2.685 Pelamar CPNS Gagal Melaju

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Senin , 22 Oktober 2018 08:15
2.685 Pelamar CPNS Gagal Melaju

Ilustrasi penerimaan CPNS. (Rakyatsulsel.)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 2.685 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) di Pemerintah Provinsi Sulsel tidak lolos seleksi administrasi atau tak lolos verifikasi berkas.

Sementara jumlah pelamar yang mengirimkan berkas untuk formasi di Provinsi Sulsel mencapai 9.265 pelamar. Artinya, ada sekitar 6.580 peserta yang berhasil lolos ke tahap seleksi selanjutnya.

Kepala Bidang Informasi ASN BKD Sulsel, Irwansyah menyebutkan, dari tiga formasi yang diterima, formasi tenaga teknis paling banyak menerima penolakan berkas, atau tidak lolos verifikasi.

“Pelamar tenaga teknis paling banyak mendaftar, namun juga paling banyak tidak lolos, yakni sekitar 13,51 persen,” ujarnya, Minggu (21/10).

Ia merinci, dari 9.265 total pendaftar, tersisa 6.580 dinyatakan lolos berkas. Diantaranya tenaga guru sebanayak 2.677 pendaftar, dinyatakan lolos verifikasi sebanyak 2.039 (22,01 persen) atau sebanyak 638 berkas tidak lolos.

Selanjutnya tenaga kesehatan dari 3.263 pelamar, yang lolos verifikasi sebanyak 2.468 (26,64 persen) atau sebanyak 795 peserta tidak lolos verifikasi. Sementara tenaga teknis sebanyak 3.325 pendaftar, yang lolos verifikasi sebanyak 2.073 (22,37 persen) atau sekita 1.252 peserta tidak lolos verifikasi.

“Jadi totalnya yang lolos verifikasi sebanyak 6.580 (72,02 persen), dan yang tidak lolos 2.685 (28,98 persen),” paparnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, berbagai macam penyebab mengapa berkas pelamar ditolak BKD Sulsel. Pertama kata Irwansyah, kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai dengan jabatan yang dilamar.

Irwan mengakui jika kesalahan paling banyak yang dilakukan pelamar adalah tidak memperhatikan kualitas pendidikan mereka untuk melamar satu formasi. Terutama pada formasi tenaga teknis dan tenaga guru. Meski tidak memaparkan secara detail namun alasan ini diposisi pertama paling banyak penolakannya.

Selanjutnya, salah mengunggah dokumen. Kebanyakan pelamar CPNS di Pemprov Sulsel masih salah dalam mengunggah (meng-upload) dokumen yang dipersyaratkan.

Kurangnya ketelitian para pelamar dalam menetapkan tempat pengunggahan berkas dokumen ini menjadi posisi kedua terbanyak kesalahan pelamar.

Ketiga surat lamaran yang tidak ditujukan kepada panitia seleksi CPNS Pemprov Sulsel tapi ditujukan ke instansi lain. Kesalahan ketiga ini, kata Irwansyah cukup sangat krusial, pasalnya beda lamaran beda alamat yang dituju. Memang dalam penyertaan surat lamaran, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mempersilakan kepada seluruh instansi untuk membuat prasyarat tersendiri. Untuk itu, setiap instansi akan berbeda format surat lamarannya.

Pemprov Sulsel misalnya, pihaknya telah menyediakan format khusus di laman informasi formasi CPNS yang kapan saja dapat di-download oleh masyarakat.

“Itu tiga hal kesalahan yang sangat banyak dilakukan pelamar di Pemprov Sulsel, kami tidak bisa beri tolerir lagi karena data sudah masuk, jadi mohon maaf yang belum lulus, nanti ada keterangan alasan mengapa tidak lulus verifikasi berkas di pengumumannya,” kata Irwansyah.

Sementara Kepala BKD Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan, meski di laman BKN melalui SSCN tidak bisa dibuka, namun BKD Sulsel tetap mengumumkan kelulusan berkas per hari ini (kemarin), (21/10).

“Tetap kita umumkan hari ini (Minggu red-) sehingga tidak ada lagi pertanyaan dari pelamar. Ini diinput di website kami, di bkd.sulselprov.go.id sekaligus juga kita input ke pusat melalui SSCN,” singkatnya. (*)


div>