SABTU , 17 NOVEMBER 2018

20 Januari, KPU Luncurkan Gerakan Coklit Serentak

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 13 Januari 2018 10:30
20 Januari, KPU Luncurkan Gerakan Coklit Serentak

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan meluncurkan gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) serentak di seluruh wilayah di Indonesia. Aksi yang akan berlangsung pada 20 Januari 2018 nanti akan melibatkan seluruh stakeholder. Mulai dari penyelenggara pemilu, pemerhati kepemiluan, tokoh agama, hingga masyarakat.

Komisioner KPU Sulsel, Misna Attas, menuturkan, untuk memaksimalkan gerakan coklit tanggal 20 Januari 2018, KPU Sulsel menggelar simulasi pada seluruh komisioner dan staf.

Kegiatan yang digelar di aula KPU Sulsel, Jumat (12/1) kemarin, melibatkan 50 orang. Terdiri dari komisioner dan staf KPU. Simulasi berupa formulir yang akan digunakan oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP).

“Itu program nasional. Serentak seluruh Indonesia nanti. Melibatkan semua komponen stakeholder. Juga ketua dan anggota KPU, staf sekretariat, sehingga hari ini KPU lakukan simulasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, latar belakang diluncurkannya gerakan coklit serentak, dengan dilakukan secara bersama-sama akan mendapatkan perhatian yang lebih luas. Sehingga memunculkan kesadaran yang lebih dari masyarakat untuk ikut terlibat.

“Yang terlibat juga PPK, PPS mendorong akurasi data pemilih. Juga sebagai sosialisasi, hal ini agar terkesan tidak hanya jadi rutinitas belaka,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang, berpendapat, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tata cara mengisi formulir dan pelaksana coklit nanti. Coklit kali ini berbeda dengan coklit sebelumnya. Di periode pemilihan sebelumnya, coklit perdana hanya dilakukan oleh petugas PPDP saja.

“Kali ini semua terlibat, mulai dari KPU Pusat, provinsi dan kabupaten/kota hingga penyelenggaran adhoc PPK, PPS sampai PPDP. Targetnya 2.190 rumah akan didatangi, door to door,” jelas Asrar.

Nantinya, satu komisioner akan coklik, minimal lima rumah. Jika ditotal, KPU provinsi dan kabupaten/kota, baik komisioner dan sekretariat 448 orang staf organik ditambah PPK 1.535, PPS 9.141, dan PPDP 21.209. Gerakan coklit ini, diharapkan memberikan signal bagi masyarakat untuk aktif dan mengetahui di awal mereka sudah terdaftar sebagai pemilih.

“Dengan demikian, aktif dan partisipasi awal warga akan berdampak pada perbaikan kualitas data pemilih di awal kegiatan pemutahiran data pemilih,” tutup Asrar. (*)


div>