SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Risiko Jika Bank Terlalu Cepat Naikkan Suku Bunga Kredit

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Senin , 21 Mei 2018 03:42
Risiko Jika Bank Terlalu Cepat Naikkan Suku Bunga Kredit

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Suku bunga kredit diyakini tak terpengaruh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen.

Meski perbankan sudah berancang-ancang melakukan penyesuaian suku bunga simpanan, transmisinya diperkirakan tidak akan banyak.

Hal serupa terjadi pada suku bunga kredit. Per Maret 2018, suku bunga kredit rata-rata tercatat sebesar 11,2 persen.

Sementara itu, suku bunga deposito sebesar 5,8 persen. Suku bunga tersebut sebenarnya berpeluang naik setelah ini.

Namun, jika melihat pertumbuhan kredit yang masih di kisaran delapan persen dan non performing loan (NPL) dua persen, kenaikan tersebut butuh waktu yang agak lama.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, jika bank terlalu cepat menaikkan suku bunga kredit, dikhawatirkan akan menimbulkan NPL baru.

’’Selama pertumbuhan kredit masih rendah, semestinya adjustment dari lending rate tidak segitu-gitu (tinggi) juga ya,” kata Andry, Jumat (18/5).

Menurut dia, kenaikan suku bunga BI-7DRRR 25 bps sangat tipis.

Jikapun di pasar keuangan ada gejolak, efek fundamental kenaikan suku bunga acuan terhadap pasar hanya faktor sentimen.

’’Fundamental impact-nya kurang terasa,” lanjut Andry. (Jp)


div>