MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

2016, Pemberantasan Korupsi Dinilai Lemah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 29 Desember 2016 13:20
2016, Pemberantasan Korupsi Dinilai Lemah

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga anti korupsi, Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi menilai pemberantasan korupsi sepanjang tahun 2016 berjalan santai. Berdasarkan catatan ACC, sepajang 2016 terdapat 109 kasus mandek di kejaksaan dan kepolisian.

Selain kasus mandek, ACC juga mencatat beberapa kasus dugaan korupsi yang dihentikan atau SP3. Berdasarkan catatannya, sebanyak 21 kasus dihentikan selama tahun 2016.

Dari 21 kasus tersebut, tiga diantaranya paling disoroti yakni penghentian kasus sapi bunting, pengadaan gerobak dan penerangan jalan umum. Ketiga kasus ini ditangani Kejari Parepare.

Wakil Direktur ACC Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun, mengatakan, pemberantasan korupsi sepanjang 2016 ini tidak berjalan maksimal.

“Dalam penelitian kami, penanganan perkara baik itu kepolisian maupun kejaksaan belum maksimal. Kami menyimpulkan bahwa pemberantasan korupsi belum diprioritaskan,” katanya diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (29/12).

Dijelaskan, data-data kasus tersebut diperoleh pihaknya berdasarkan pantuan para tersangka dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar sepanjang tahun ini.

“Kejaksaan santai dalam melakukan penuntutan pelaku terduga korupsi. Sehingga mengakibatkan vonis bebas beberapa terdakwa, seperti perkara 18 Anggota DPRD Kota Parepere yang dibebaskan oleh Pengadilan Tipikor Makassar. Ini catatan buruk dalam pemberatasan korupsi,” sesalnya.

Kadir berharap, tahun 2017 mendatang, kejaksaan maupun kepolisian lebih memprioritaskan pemberantasan korupsi.
“Kasus-kasus korupsi yang seharusnya menjadi perkara yang harus diselesaikan secara serius, karena kalau tidak dituntaskan akan menjadi tumpukan perkara dan akan memberatkan penanganannya,” tuturnya. (***)


div>