RABU , 22 AGUSTUS 2018

2017, BNBP Imigrasi Parepare Rp 9.1 M

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 19 Desember 2017 13:50
2017, BNBP Imigrasi Parepare Rp 9.1 M

int

PAREPARE, RAKSUL.COM-Di penghujung tahun, Kantor Imigrasi Kelas II Kota Parepare membeberkan pencapaian kinerja selama 2016 hingga 2017.

Rilis kinerja Imigrasi Parepare ini diungkap dalam ‘Press Konference’ yang digelar di ruang rapat Kantor Imigrasi Parepare, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa, (19/12/2017).

Dalam jumpa pers yang dipimpin Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Parepare, Letehina mengungkap mengenai pelayanan paspor, ijin tinggal, pengawasan dan tindakan, serta inovasi yang dilaksanakan Imigrasi Parepare yang menaungi 8 kabupaten/kota di wilayah kerjanya.

Letehina membeberkan, jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berhasil disetor ke kas negara pada 2017 sebesar Rp 9.1 miliar atau total Rp 9.156.117.883. Nilai ini turun jika dibandingkan PNPB pada 2016 lalu sebesar Rp Rp 9.891.655.000.

Menurut Letehina, angka PNBP yang diproleh dari bea pengurusan paspor dan ijin tinggal yang disetor melalui bank-bank yang ditunjuk Imigrasi ini, tidak mengalami penurunan jika dilihat dari grafik pencapaiannya. Justru kata Letehina, mengalami peningkatan. Hanya saja, angka ini terlihat turun dibandingkan pada 2016 lalu, karena terjadi pemekaran wilayah, dari 13 wilayah yang sebelumnya dinaungi Imigrasi Parepare, kini tersisa 8 Kabupaten/Kota.

“Ada pemecahan wilayah kerja, seperti Palopo sehingga mempengaruhi PNBP mengalami penurunan dari 2016 ke 2017. Bukan penurunan sebenarnya karema dalam grafik justru meningkat,” papar Letehina.

Hal yang sama juga diungkap Indra Gunawan Mansyur, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Parepare.

“Sebelum ada pemekaran, wilayah kerja kami hingga 13 Kabupaten/Kota, sekarang sisa 8 yang kami naungi, yaitu
Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, wajo, Enrekang, Barru, dan Toraja. Sementara yang keluar itu Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Luwu,” sebut Indra Gunawan.

Selain jumlah PNBP, juga diuraikan jumlah paspor yang berhasil diterbitkan dalam dua tahun terakhir. Pada 2016, tercatat Imigrasi Parepare berhasil menebitkan 89 paspor dan 332 paspor pada 2017. Paspor yang diterbitkan ini untuk paspor dengan ketebalan 24 halaman. Sementara 48 halaman, termasuk Paspor JCH pada 2016 sebanyak 25.417 dan pada 2017 turun menjadi 21.839.

“Ada juga yang warga asing yang melebihi batas izin tinggal yang kita pulangkan atau deportasi sebanyak 5 orang pada tahun 2017,” ungkapnya.

Sementara untuk Izin Tinggal Kunjungan (ITK) dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) pada 2017 didominasi oleh warga China, masing-masing 21 orang pengambilan ITK, dan 37 orang ITAS.

“Sementara untuk Izin Tinggal Tetap (ITAP) itu kebanyakan perkawinan campuran sebanyak 15 orang,” detail Indra Gunawan.

Selain jumlah penerbitan paspor, pengurusan izin, deportasi dan jumlah PNBP, Imigrasi Kelas II Parepare juga merilis jumlah penolakan wawancara pemohon paspor dari 2016 yang berjumlah 63, sedangkan 2017 sebesar 35 paspor.

“Umumnya penolakan itu karena dokumen pendukung diragukan, yang bersangkutan tidak bisa membuktikan layak atau tidaknya dokumen untuk penerbitan paspor,” tandasnya.(tasya, nia)


div>