SABTU , 17 NOVEMBER 2018

2017, Empat Megaproyek Dapat Anggaran Rp282 Miliar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 22 Desember 2016 13:23
2017, Empat Megaproyek Dapat Anggaran Rp282 Miliar

Suasana pengerjaan proyek underpass simpang lima Mandai. Proyek ini ditargetkan akan rampung 2017 mendatang. foto: dok rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Empat megaproyek multiyears di Sulsel mendapat kucuran anggaran Rp282 miliar untuk tahun 2017 mendatang. Empat megaproyek tersebut, yakni underpass simpang lima Mandai, Bypass Mamminasata, Middle Ring Road, dan Eleveted Road di jalan poros Maros-Bone.

Khusus proyek Underpass yang ditangani Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII, dipastikan rampung sebelum Juni 2017.

Pasalnya, progres pengerjaan proyek ini sudah mencapai 65 persen. Tahun depan, proyek ini mendapat kucuran anggaran Rp52 miliar dari total nilai kontrak Rp169 miliar.

Kasatker Pelaksanaan Jalan Metropolitan BBPJN XIII, Rahman Djamil, mengungkapkan, tahun depan pihaknya sudah fokus pada penggalian dan perlengkapan dalam terowongan.

“Kita sisa kerja pada penggalian terowongan dan aksesoris, baik di terowongan maupun di bagian atas,” ungkap Rahman dideritakan Rakyat Sulsel, Kamis (22/12) .

Sementara, untuk Middle Ring Road (MRR), tahun ini diprediksi pengerjaannya hanya mencapai 23 persen. Karena sejauh ini baru 19 persen, akibat lahan yang belum bebas, pekerjaan hingga Desember diperkirakan hanya 21 persen.

Tahun ini, MRR mendapat kucuran anggaran sebesar Rp40 miliar. Tapi, itu berdampak dengan adanya pemangkasan anggaran dua kali. Jadi sisa anggaran akan digunakan hanya Rp15 miliar. Tahun depan, proyek dipastikan mendapat alokasi Rp75 miliar.

[NEXT-RASUL]

PPK Makassar-Takalar Satker Pelaksanaan Jalan Metropolitan BBPJN XIII, Marlin Ramli, mengungkapkan, proyek tersebut ditargetkan selesai 2018 dengan nilai kontrak Rp174 miliar.

“Dari progres tahun ini, kita berutang Rp10 miliar ke kontraktor. Tapi tidak masalah, di Januari bisa langsung menarik Rp11 miliar,” katanya.

Kemudian, proyek Bypass Mamminasata progresnya juga diklaim baik. Dari target 23,87 persen tahun ini, realisasi sudah 20,3 persen. Kontraktor pun yakin bisa mencapai target realisasi hingga akhir tahun.

Koordinator Lapangan Bypass Mamminasata, Leonardo, mengatakan, saat ini pihaknya sementara mengerjakan pengecoran tiang pipa baja Sungai Maros III. Selain itu, juga sedang berlangsung pemasangan box culvert pada sta 00+750. “Kita juga sementara mengerjakan timbunan biasa dan pilihan dari sumber galian,” katanya.

Tahun depan, Bypass Mamminasata ini mendapat kucuran anggaran Rp75,6 miliar. Pada tahap pertama pembangunan jalan sepanjang 13,7 kilometer ini ditargetkan rampung 2018. Nilai kontraknya Rp245,8 miliar.

Sementara itu, Elevated Road atau jalan layang di poros Maros-Bone. Dari target realisasi 31,9 persen tahun ini, kontraktor hanya mampu menyelesaikan 28 persen saja. Posisi per November baru 25,3 persen.

Proyek ini pun terdampak pemangkasan Anggaran. Tahun 2016 ini, alokasi awalnya Rp60 miliar, namun yang bisa digunakan hanya Rp28 miliar saja.

Koordinator Pengawas Lapangan Elevated Road, Syamsu Alam mengatakan, pagu untuk tahun depan sebesar Rp80 miliar. Proyek ini sebenarnya ditarget rampung Desember 2017, tetapi berbagai kendala nonteknis menjadi penghambat sehingga diusulkan agar ada perpanjangan waktu.

“Kemarin ada kendala adanya rongga di pier 8 dan 9. Kendala lainnya yakni pembebasan lahan pada pelebaran jalan. Dari 7.900 meter persegi yang mau dibebaskan, sejauh ini belum ada sama sekali yang bebas. Jadi itu kendala kita,” ungkapnya. (***)

 


div>