SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

2018, Ekonomi Sulsel Diprediksi 7,40 Persen

Reporter:

Rusman

Editor:

asharabdullah

Kamis , 15 Maret 2018 10:00
2018, Ekonomi Sulsel Diprediksi 7,40 Persen

Bank Indonesia. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pertumbuhan ekonomi Sulsel terus mengalami tren kenaikan berkat masih terbukanya lapangan usaha pada berbagai sektor pada 2018.

Pada 2018 ini, ekonomi Sulsel diperkirakan tumbuh pada triwulan II berkisar 7,30-7,70 persen dan keseluruhan 2018 pada kisaran 7,0-7,4 persen.

Berdasarkan Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR) Bank Indonesia (BI) disebutkan, lapangan usaha yang tetap terbuka dan mendorong pertumbuhan ekonomi adalah sektor pertanian, kehutanan, perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran.

Analis Senior dan Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveilens Kantor Perwakilan BI Sulsel, Rahmad Hadi Nugroho di Makassar, Rabu (14/3), mengatakan, mengacu pada berbagai aspek pendorong, maka pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II sekira 7,70 persen dan keseluruhan pada 2018 diperkirakan 7,40 persen.

Hal ini tentukan sangat beralasan ekonomi Sulsel akan terus tumbuh karena meningkatnya perekonomian berkat kinerja konsumsi pemerintah, ekspor luar negeri karena membaiknya kinerja negara mitra. Lalu penguatan harga komoditas ekspor atau kuatnya konsumsi rumah tangga.

Rahmad menambahkan, mengenai inflasi Sulsel pada triwulan II 2018 dan keseluruhan 2018 trennya menurun dibandingkan akhir 2017 karena terjaganya harga tarif dasar listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) ditambah normalnya konsumsi masyarakat pasca hari besar keagamaan nasional dan tahun baru.

Rahmad mengutarakan, inflasi Sulsel pada akhir 2017 sempat meningkat menjadi 4,44 persen (yoy) atau naik dibandingkan triwulan II 2017 hanya 4,17 persen.

Hal ini terjadi sebagai implikasi dari kenaikan harga sejumlah barang yang diatur pemerintah (administrasi price). Namun, pada 2018 ini, inflasi Sulsel tetap pada perkiraan Bank Indonesia yakni rentang 3,5 persen plus minus 1 persen. Perkiraan ini sejalan dengan keputusan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga BBM dan tarif listrik selama 2018.

Masih analisa Rahmad, proyeksi pertumbuhan ekonomi Sulsel 2018 dan inflasi sesuai kisaran proyeksi Bank Indonesia yang didukung oleh kondisi stabilitas keuangan daerah dan sistim pembayaran selalu terjaga yang mendukung aktivitas ekonomi. (*)


div>