2018, KPTPH Canangkan Swasembada Kedelai

KEDELAI. Seorang pekerja menata kedelai. Pemprov Sulsel mencanangkan swasembada kedelai di tahun 2018. DOK/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Pertanian sangat serius untuk meningkatkan produktivitas komoditi. Kali ini akan menggalak swasembada kedelai di tahun 2018. Maka dari itu, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Provinsi) Sulsel.

Kepala Bidang Produksi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (KPTPH) Sulsel, Andi Parenrengi, mengatakan, program Kementan sangat didukung untuk meningkatkan produktivitas komoditi hortikultura, kedelai.

“Setiap tahun meningkat. Tetapi di tahun 2017 sedang menurun, alasannya tidak ada kepastian harganya. Tapi lihat saja nanti pada akhir tahun, mungkin sudah meningkat, optimis saja,” ujar Parenrengi saat dijumpai di ruangannya, Makassar, Senin (9/10) kemarin.

Parenrengi menjelaskan, penurunan ini disebabkan persoalan jagung. Alasannya, jaminan harga produksinya sangat bagus, sehingga berdampak terhadap kedelai.

“Sekarang kan musimnya jagung. Rara-rata, saat ini banyak petani beralih ke jagung. Karena, jaminan harganya sangat menjanjikan sedangkan kedelai masih kurang,” terangnya.

Parenrengi mengakui, program swasembada kedelai 2018 tak ada lagi impor gandum hingga kedepan. Selain itu, yang menjadi permasalahnnya di lapangan adalah diduga adanya oknum yang melakukan spekulan harga.

“Mudah-mudahan tidak ada permainan. Takutnya seperti kejadian tahun 2016, dimana produksi melimpah tetapi pembeli dipasar tidak ada. Dan yang perlu diawasi itu kartel, takutnya dipermainkan lagi harga,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here