KAMIS , 13 DESEMBER 2018

2019, Disdik Makassar Dapat Jatah Rp920,42 Miliar

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Kamis , 06 Desember 2018 07:34
2019, Disdik Makassar Dapat Jatah Rp920,42 Miliar

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) Kota Makassar untuk tahun 2019 telah ditetapkan sebanyak Rp 4,2 triliun. Dari anggaran tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mendapat alokasi terbesar yakni Rp920,42 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makassar, Taslim Rasyid menyebutkan, anggaran yang diperoleh Disdik Makassar merupakan yang terbesar dari semua SKPD di Pemerintah Kota Makassar.

“Disdik paling besar alokasinya, anggaran itu terdiri Rp650,88 miliar belanja tidak langsung dan Rp269,53 miliar belanja langsung,” ujar Taslim, Rabu (5/12).

Kata Taslim, anggaran besar yang diperoleh Disdik Makassar, memiliki beberapa program yang harus di tuntaskan. Selain gaji guru, ada rehabilitasi pembangunan di beberapa sekolah, termasuk didalamnya kelas pintar atau smart class.

“Smart class itu intinya dalam satu sekolah ada satu sekolah yang betul-betul peralatannya lengkap,” ucapnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kota Makassar, Hasbi mengatakan, untuk anggaran 2019 tidak semuanya bersumber pada APBD melainkan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Intensif Daerah (DID) dan Dana Bos.

“Itu anggaran besar tidak semuanya dari APBD tapi ada juga dari pusat. Seperti, DAK, DID dan Dana BOS sekitar Rp132 miliar,” ungkapnya.

Mantan kepala sekolah SMP 6 Makassar ini menambahkan, dari total keseluruhan anggaran belanja daerah yang diberikan pemerintah, mayoritas dialokasikan untuk belanja tidak langsung. Diantaranya, pembayaran gaji staf pegawai di Disdik, guru, dan sertifikasi.

“Jadi, di Rp900 miliar lebih anggaran itu sudah masuk juga gaji guru honorer, tapi sumbernya dari APBD,” ucapnya.

Selain itu, untuk belanja langsung diperuntukkan untuk rehabilitasi sekolah, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan perpustakaan, laboratorium di SMP, penimbunan, serta pemagaran.

Termasuk, kata Hasbi, pengadaan smart class dibeberapa Sekolah Dasar (SD) yang ada di Makassar. Konsepnya, setiap sekolah yang terpilih akan ada satu kelas yang disebut smart class. Ini dilengkapi dengan peralatan multimedia sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh peserta didik dalam proses belajar, serta dilengkapi dengan LCD.

“SD dulu tahun ini, karena anggarannya terbatas. Kelas itu dipakai belajar, tapi karena baru satu kelas dalam satu sekolah pasti modelnya kelas berjalan, guru yang membutuhkan ruangan itu yang datang kesitu. Jadi, kaya fungsi laboratorium,” bebernya. (Armansyah)


div>