KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

2019, Usulan Belanja Modal Pemprov Capai Rp3 T

Reporter:

Editor:

Iskanto

Rabu , 17 Oktober 2018 12:42
2019, Usulan Belanja Modal Pemprov Capai Rp3 T

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengusulkan kenaikan belanja modal di tahun 2019 mendatang, berada dikisaran Rp3 triliun.

Anggaran tersebut tiga kali lipat lebih besar jumlahnya jika dibandingkan dengan tahun 2018, yang hanya sebesar Rp800 miliar. Artinya, alokasi untuk anggaran tersebut, mengambil porsi hingga 30 persen dari APBD 2019 yang diprediksi senilai Rp10 triliun.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya mengusulkan agar belanja modal tahun depan bisa berada pada angka Rp3 triliun. Peningkatan anggaran yang dinilai cukup fantastis itu, katanya, akan digunakan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di provinsi ini.

Banyak program yang rencananya akan dibiayai dari kenaikan belanja modal tersebut. Mulai dari pembangunan dan perbaikan jalan, pembangunan rumah sakit khususnya RS Regional, dan pembangunan rest area.

“Usulan kenaikan belanja modal itu kita akan gunakan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas di Sulsel. Tanggung jawab kita terhadap jalan masih sangat besar, pembangunan rumah sakit, rest area. Ini kan kebutuhan publik,” ungkapnya, Selasa (16/10), saat berada di Kantor BPK Sulsel.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengatakan, pihaknya sudah punya target dan pemetaan data apa yang harus dibenahi dan dibangun ke depan.

“Dalam tiga tahun, apa yang menjadi target kita dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan yang tersebar di 24 kabupaten/kota sudah bisa terakomodir,” ungkap Nurdin.

Agar belanja modal Pemprov Sulsel bisa berada di angkat Rp3 T pada APBD 2019, menurut Nurdin, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh OPD untuk mengefisienkan anggaran yang dianggap tidak terlalu penting. Salah satu diantaranya adalah belanja pegawai dirasionalkan.

“Belanja-belanja yang dirasa tidak terlalu penting dan mendesak, kita masukkan semua ke belanja prioritas. Belanja pegawai kita rasionalkan,” jelasnya.

Khusus untuk Tunjangan Perbaikan Pendapatan, ASN jangan berharap akan ada kenaikan dalam waktu dekat. Tetap masih akan berkutat pada nilai 20 persen. Namun, jika efisiensi berjalan baik, tidak menutup kemungkinan bisa dinaikkan hingga 30 persen.

Sementara, Ketua DPRD Sulsel, HM Roem, menyambut baik usulan tersebut, sepanjang usulan eksekutif itu mengganggu anggaran yang dialokasikan untuk bidang pendidikan maupun kesehatan yang selama ini sudah berjalan sangat baik.

“Bagus itu. Kami apresiasi usulan Gubernur. Tapi dengan catatan jangan diganggu program pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (*)


Tag
div>