SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

207 KK Dapat Bantuan Bedah Rumah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 12 Juni 2017 13:19
207 KK Dapat Bantuan Bedah Rumah

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menyerahkan secara simbolis Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2017, kepada 207 Kepala Keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Minggu (11/6), di Anjungan Pantai Losari, Makassar.

Turut hadir dalam penyerahan BSPS tersebut, Dirjen Kementerian PU-PR, Syarief Burhanuddin dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Fathur Rahim.

Penyerahan BSPS kepada 207 KK adalah warga yang berasal enam kelurahan yang ada di Kota Makassar. Bantuan ini besarannya tergantung tingkat kerusakan huniannya. Ada yang mendapat minimal Rp15 juta hingga Rp30 juta dalam bantuk tabungan. Tujuan bantuan dana tersebut untuk renovasi rumah.

Danny Pomanto, sapaan wali kota menyampaikan bahwa tujuan BSPS ini untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) membangun rumahnya.

“Sehingga dapat menempati rumah dan lingkungan yang layak huni,” terang Danny diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (12/6).

Sementara itu, Dirjen Kementrian PU-PR, Syarief Burhanuddin, mengatakan, program BSPS merupakan salah satu program Dirjen Penyediaan Perumahan dalam menyelesaikan masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau sering dikenal sebagai program bedah rumah.

“Tugas pokok pemerintah dalam bidang perumahan adalah menyelesaikan backlog (kekurangan jumlah rumah) 13,5 juta unit dan rumah tidak layak huni (RTLH) sebesar 3,4 juta. Dalam lima tahun kedepan kita harus dapat mengurangi RTLH menjadi sebesar 1,9 juta,” kata Syarif Burhanuddin.

[NEXT-RASUL]

Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP-KP) Kota Makassar, Fathur Rahim menambahkan, bentuk program ini adalah peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru. Penyaluran bantan dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah, untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.

“BSPS berbentuk tabungan, sehingga pengalokasian dana tersebut tepat sasaran, jadi bukan bersifat uang tunai kepada si penerima, tetapi berbentuk tabungan, kemudian akan dikoneksikan dengan kebutuhan material bangunan sesuai dengan kebutuhan fisik bangunannya. Jadi bagi penerima, kami sudah lakukan pendataan dan jenis kebutuhannya sebelum penyerahan, jadi tidak seragam total yang di terima, tetapi sesuai dengan kebutuhan fisik bangunan masing-masing MBR “, tutup Fathur. (***)


div>