SELASA , 20 NOVEMBER 2018

ATKP Makassar Gelar Sosialisasi Security Awareness di Maros

Reporter:

Jumaedy

Editor:

irsad ibrahim

Minggu , 19 Agustus 2018 14:16
ATKP Makassar Gelar Sosialisasi Security Awareness di Maros

int

MAROS, RAKYATSULSEL.COM. – Keselamatan penerbangan pesawat adalah tanggung jawab bersama, yang mesti diketahui oleh semua elemen masyarakat, apalagi yang berada di sekitar kawasan bandar udara.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Agus Susanto, SH., MM, saat menjadi pembicara dalam sosialiasi terkait Security Awareness dan Kawasan Bandar Udara yang digelar di Dusun Ongkoe, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Minggu (19/08/2018).

“Harus kita pahami bersama, bahwa keselamatan penerbangan pesawat itu adalah tanggungjawab semua orang. Apalagi kita yang tinggal di sekitar atau di dekat kawasan bandara. Karena perlu kita tahu, bahwa banyak hal-hal yang kita anggap sepele, namun hal itu ternyata bisa membahayakan penerbangan pesawat yang memuat ratusan penumpang,” ujar Agus, Minggu (19/08).

Lebih lanjut, Agus menambahkan, jika banyak hal-hal sederhana sebenarnya yang tak banyak masyarakat tahu, yang dapat sangat mengganggu penerbangan atau pendaratan pesawat, bahkan bisa menjadi sebab dari kecelakaan pesawat tersebut.

“Hal-hal kecil yang membahayakan penerbangan pesawat, misalnya menggunakan senter laser saat ada pesawat yang akan mendarat, masuk tanpa izin, cabut-cabut kabel, menyabotase peralatan-peralatan yang ada di area bandara. Ini bisa sampai membuat pesawat itu jatuh,” sambungnya.

Tak hanya itu, Agus juga menerangkan jika hal tersebut merupakan pelanggaran dan ada hukuman pidananya.

“Sesuai dengan perundangan-undangan yang berlaku ini merupakan pelanggaran, karena termasuk tindak pidana, tentu ada hukumannya.

 

Namun, untuk saat ini kan masih sangat banyak masyarakat yang tidak tahu, jadi harus dilakukan dulu sosialisasi terkait hal itu sebelum dijatuhi hukuman. Inilah salah satu bentuk kepedulian kami dari ATKP Makassar terhadap masyarakat, yakni menyosialisasikan hak ini ke masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang merupakan salah satu program pengabdian masyarakat ini juga dihadiri salah seorang akademisi penerbangan, Jamaluddin Rahim.

Dalam paparannya, Jamaluddin menyampaikan jika, masyarakat harus diberi pemahaman terkait bahaya membangun bangunan dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) tanpa adanya rekomendasi dari kantor otoritas Bandar Udara.

– Keselamatan penerbangan pesawat adalah tanggung jawab bersama, yang mesti diketahui oleh semua elemen masyarakat, apalagi yang berada di sekitar kawasan bandar udara.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Agus Susanto, SH., MM, saat menjadi pembicara dalam sosialiasi terkait Security Awareness dan Kawasan Bandar Udara yang digelar di Dusun Ongkoe, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Minggu (19/08/2018).

“Harus kita pahami bersama, bahwa keselamatan penerbangan pesawat itu adalah tanggungjawab semua orang. Apalagi kita yang tinggal di sekitar atau di dekat kawasan bandara. Karena perlu kita tahu, bahwa banyak hal-hal yang kita anggap sepele, namun hal itu ternyata bisa membahayakan penerbangan pesawat yang memuat ratusan penumpang,” ujar Agus, Minggu (19/08).

Lebih lanjut, Agus menambahkan, jika banyak hal-hal sederhana sebenarnya yang tak banyak masyarakat tahu, yang dapat sangat mengganggu penerbangan atau pendaratan pesawat, bahkan bisa menjadi sebab dari kecelakaan pesawat tersebut.

“Hal-hal kecil yang membahayakan penerbangan pesawat, misalnya menggunakan senter laser saat ada pesawat yang akan mendarat, masuk tanpa izin, cabut-cabut kabel, menyabotase peralatan-peralatan yang ada di area bandara. Ini bisa sampai membuat pesawat itu jatuh,” sambungnya.

Tak hanya itu, Agus juga menerangkan jika hal tersebut merupakan pelanggaran dan ada hukuman pidananya.

“Sesuai dengan perundangan-undangan yang berlaku ini merupakan pelanggaran, karena termasuk tindak pidana, tentu ada hukumannya. Namun, untuk saat ini kan masih sangat banyak masyarakat yang tidak tahu, jadi harus dilakukan dulu sosialisasi terkait hal itu sebelum dijatuhi hukuman. Inilah salah satu bentuk kepedulian kami dari ATKP Makassar terhadap masyarakat, yakni menyosialisasikan hak ini ke masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang merupakan salah satu program pengabdian masyarakat ini juga dihadiri salah seorang akademisi penerbangan, Jamaluddin Rahim.

Dalam paparannya, Jamaluddin menyampaikan jika, masyarakat harus diberi pemahaman terkait bahaya membangun bangunan dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) tanpa adanya rekomendasi dari kantor otoritas Bandar Udara.


Tag
div>