KAMIS , 13 DESEMBER 2018

25 Siswa SMK 727 Bina Mandiri Terancam Tak Ujian

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Jumat , 07 Desember 2018 11:59
25 Siswa SMK 727 Bina Mandiri Terancam Tak Ujian

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terkait terancamnya 25 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 727 Bina Mandiri Kabupaten Sinjai,
Ketua Yayasan sekolah tersebut segera mengambil tindakan.

Ketua Yayasan SMK 727 Bina Mandiri, Arfah, kemudian melakukan pengaduan kepada Komisi E Bidang Pendidikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulwase Selatan (Sulsel).

Sekolah yang telah berdiri sejak tiga tahun itu, 2019 mendatang 25 siswanya akan mengikuti ujian nasional. Namun terkendala akibat, SMK 727 Bina Mandiri belum mengantongi akreditasi dari Dinas Pendidikan Sulsel.

Arfah mengungkapkan, Ia telah beberapa kali bersurat ke Dinas Pendidikan. Bahkan, jadwal observasi sekolah sudah dijadwalkan. “tapi saat ini tidak pernah datang,” ungkapnya.

Dengan menyambangi Kantor DPRD Sulsel, Arfah berharap agar 25 siswanya bisa mengikuti ujian.

“Saya hanya menginginkan siswa-siswa, bisa mengikuti ujian nasional. Kalau belum bisa di sekolah (SMK 727 Bina Mandiri) bisa ikut di sekolah lain yang penting mereka ikut ujian,” harapnya.

Terkhusus SMK 727 Bina Mandiri Kabupaten Sinjai, sambung Arfah, jika pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan Sulsel, untuk mencarikan solusi, agar pendidikan mereka selama tiga tahun tidak sia-sia.
“Kita harapkan dicarikan solusi. sehingga anak-anak kita ini tidak dirugikan,” imbuhnya.

Sementara itu, sekertaris komisi E, Marjono menyebutkan, jika pendidikan saat ini telah dijamin oleh negara. Bahkan pemerintah saat ini telah membangun sekolah di setiap kecamatan.

“Kalau sekolah swata itu, harus membangun konsep lebih bagus ketimbang sekolah negeri,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Marjono menyampaikan, untuk izin operasional yang saat ini belum terbit, dikarenakan ada beberapa syarat yang belum terpenuhi.

“Untuk mendirikan sekolah saat ini, kalau Swasta harus menjajikan ketibang sekolah negeri, bukan hanya sekolah penampungan dari negeri,” tutupnya. (Fahrullah)


div>