KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

2500 Siswa di Parepare Mondok di Pesantren

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 24 April 2016 21:27
2500 Siswa di Parepare Mondok di Pesantren

Sekolah-sekolah di Kota Parepare mempersiapkan siswanya yang akan ikut mondok di pesantren yang diprogramkan Pemkot Parepare. foto: rahmaniar/rakyatsulsel.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Salah satu upaya dalam menumbuhkan karakter dan jiwa religius kepada siswa, serta mengembalikan sejarah Parepare sebagai kota santri, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare kembali membuat terobosan.

Kali ini dengan membuat kebijakan pemondokan di pesantren bagi semua siswa yang tengah duduk di bangku kelas IX tingkat SMP. Selain untuk memperkuat pendalaman moral siswa, juga sebagai persiapan dalam melaksanakan Ujian Nasional (UN) yang akan digelar serentak pada 9 Mei mendatang.

Sebanyak 2500 siswa yang tersebar di Kota Parelare ini, akan mondok selama sepekan di Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Al Badar Bilalangnge, Kelurahan Lemoe dan di Ponpes Lilbanat, Kelurahan Ujung Lare. Pemondokan mulai berlangsung Senin (25/4).

Walikota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Al Falah Kelurahan Cappagalung, Kecamatan Bacukiki Barat, Sabtu (23/4) malam, mengatakan, program peduli pesantren yang menyasar siswa ini dimaksudkan untuk memperoleh pendidikan karakter dan moralitas yang kuat, karena para pelajar tersebut merupakan tumpuan dan penerus pemompin bangsa.

“Apalah artinya semua itu jika tidak ada moral dan karakter yang kuat tertanam pada dirinya,” ujar Taufan.

Di samping itu, program ini bertujuan untuk mengembalikan identitas Kota Parepare yang sejak dulu telah dikenal sebagai kota santri dan kota ulama. “Ciri dan karakter sebagai kota agamis tidak boleh hilang dari masyarakat dan kehidupan Kota Parepare, Ini merupakan tanggung jawab kita semua,” ungkapnya. (***)


div>