RABU , 12 DESEMBER 2018

252 Jemaah Melapor, Pemilik Abu Tours Diancam Pasal Berlapis

Reporter:

Irsal - Ramlan

Editor:

asharabdullah

Jumat , 23 Februari 2018 09:50
252 Jemaah Melapor, Pemilik Abu Tours Diancam Pasal Berlapis

POLEMIK ABU TOURS. Anggota DPRD Sulsel bersama pihak Kemenag Sulsel saat melakukan sidak ke kantor Abu Tours, beberapa waktu lalu. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan banyaknya laporan jemaah yang tidak diberangkatkan oleh travel umrah ini. Foto: Zulkifli/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polda Sulsel telah memproses laporan 252 jemaah umrah yang tidak diberangkatkan travel Abu Tours. Sang pemilik travel, Abu Hamzah, terancam dijerat pasal penipuan dan penggelapan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada Abu Tours dalam rangka mengecek penggunaan anggaran calon jemaah umroh tersebut. Selain itu, pihak penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Kementerian Agama yang ada di Sulsel.

“Dari pernyataan pihak Kanwil Sulsel menyebutkan bahwa Abu Tours telah melakukan tindak pidana dan melanggar undang-undang tentang penyelenggaraan haji dan umrah,” ujarnya, Kamis (22/2) kemarin.

Dari pihak saksi ahli pun, lanjut Dicky, mengaku kasus tersebut sudah bisa diproses hukum. Karena, Abu Tours telah melakukan banyak pelanggaran pidana.

Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel sendiri sudah memberikan waktu sekitar enam bulan, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun ternyata, masih banyak jemaah yang belum diberangkatkan, mencapai 16.000 jemaah.

“Waktu yang diberikan itu, seribu saja jemaah tidak ada yang berangkat, hingga deadline waktu yang diberikan,” pungkasnya.

“Ada sejumlah jemaah yang diberangkatkan pihak Abu Tours. Tetapi, jemaah yang berangkat itu merupakan jalur reguler,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, Kemenag Sulsel juga menilai bahwa kasus itu sudah bisa diproses hukum dan pihak Polda dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara untuk proses penyelidikannya.

“Abu Tours ini bisa dikenakan pasal berlapis. Bisa dijerat pasal penipuan penggelapan dan pasal tentang penyelenggara haji dan umrah,” tutup Dicky.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono, menyarankan, sebaiknya Abu Tours mengembalikan saja dana jemaah, apabila tidak memberangkatkannya ke Tanah Suci. Kemenag Sulsel berkomitmen melindungi jemaah yang telah menyetorkan dananya kepada Abu Tours.

“Kemenag Sulsel tentunya berkewenangan melindungi jemaah,” ujar Kaswad.

Menurut dia, hanya ada dua solusi yang bisa ditempuh pihak Abu Tours. Yakni memberangkatkan ke Tanah Suci, atau mengembalikan dana jemaah. Meskipun demikian, Kemenag Sulsel tidak berkewenangan mengintervensi pihak Abu Tours agar mengembalikan dana jemaah. Kemenang hanya bisa melakukan pembinaan kepada travel umrah yang punya legalitas dan melindungi jemaah.

“Abu Tours memiliki izin legalitas, maka Kemenag Sulsel berwewenang melakukan pembinaan. Sedangkan jemaah tentunya dilindungi,” terangnya.

Ia juga menyinggung soal langkah jemaah yang melaporkan permasalahan ini kepada aparat kepolisian. Kaswad mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel, dan diperoleh informasi sebanyak 206 jamaah yang telah melaporkan Abu Tours untuk mendapatkan keadilan.

“Kemenag Sulsel mendukung langkah jemaah yang melapor kepada kepolisian karena belum ada solusi yang diberikan Abu Tours,” pungkasnya. (*)


div>