SELASA , 18 DESEMBER 2018

28.000 Warga Makassar Terancam Tuberculosis

Reporter:

rakyat-admin

Editor:

Senin , 13 Oktober 2014 19:17
28.000 Warga Makassar Terancam Tuberculosis

ilustrasi tubercolosis

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Makassar bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Seminar Hasil Penelitian Analisis Situasi Tuberculosis (TB) di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar, Senin (13/10/2014).

Penelitian Analisis situasi TB di kota Makassar dilakukan oleh Tim Peneliti dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Penelitian dilakukan kurang lebih selama tiga bulan.

Koordinator Program TB Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Makassar, Rifqah Ma’mur, mengungkapkan bahwa penelitian ini adalah rangkaian awal dari proses advokasi yang dia jalankan.

“Selanjutnya akan akan membuat policy faver untuk kami jadikan sebagai bahan lobi ke Pak Wali kota dan pimpinan DPRD Kota Makassar,” katanya melalui rilis ke Rakyat Sulsel Online.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Dr. Fatmawati dalam pemaparannya, mengungkapkan bahwa penyakit Tuberculosis di Makassar dalah ancaman yang sangat serius.

Saat ini tercatat sekitar 2.800 warga Makassar mengidap penyakit tuberculosis dan 80% dari jumlah itu merupakan usia produktif dengan usia 15 sampai 55 tahun.

“Itu artinya sekitar 28.000 warga kota Makassar berpotensi mengidap penyakit tuberculosis, sebab 1 orang penderita TB bisa menularkan minimal ke 10 orang,” jelasnya.

Seminar ini berakhir dengan kesimpulan bahwa penaggulangan tuberculosis secara sistematis bisa dilakukan dengan mengusung Perda penaggulangan tubrkulosis.

“Penanggulangan TB butuh keterlibatan semua pihak tidak bisa dibebankan hanya ke dinas kesehatan saja. Oleh karena itu kami sangat apresiatif jika ada ide mengusung Perda Penanggulangan Tuberkulosis,” tegas dr. Nani, mewakili Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Seminar Kesehatan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Makassar, Dinas Sosial Makassar, Pimpinan Muhammadiyah Makassar, Pimpinan Aisyiyah Sulsel, Pimpinan Kampus Unismuh dan sejumlah akademisi.


div>